Sukses Gagalkan Kudeta Moeldoko, Kelugasan AHY Bikin Elektabilitas Partai Demokrat Melejit

Sukses Gagalkan Kudeta Moeldoko, Kelugasan AHY Bikin Elektabilitas Partai Demokrat Melejit Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Melejitnya elektabilitas Partai Demokrat yang konsisten terlihat di survei nasional dari tiga lembaga yang berbeda, dinilai sebagai bukti kesuksesan setahun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Kemampuan AHY melakukan konsolidasi internal langsung ke daerah-daerah dengan protokol kesehatan yang ketat. Serta prahara upaya perampasan Partai Demokrat oleh pihak eksternal, diyakini menjadi faktor-faktor pendorong kenaikan elektabilitas ini.

"Tantangan yang dialami Partai Demokrat saat berupaya dikudeta oleh pihak luar, tidak ringan," ujar Ubedilah Badrun, dosen ilmu politik UNJ.

Baca Juga: Anies-AHY Ngopi Darat, Duet Maut Menuju 2024 Nih?

Ubedilah melihat ketepatan dan kecepatan AHY melakukan konsolidasi internal merupakan salah satu kunci keberhasilan.

"AHY bergerak dengan cepat, berani dan dengan timing yang tepat. Dia bisa menunjukkan secara clear pada publik dan media bahwa seluruh jajaran Partai Demokrat hingga tingkat DPC, kompak di belakang AHY, termasuk seluruh pemilik suara dalam kongres. Ini yang tidak bisa ditunjukkan oleh Moeldoko dan kawan-kawannya," ujar Ubedilah.

Senada, Adi Prayitno, dosen Perilaku Pemilih di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat mengatakan, AHY baru dipilih setahun lalu secara aklamasi menjelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar akibat Covid-19, sehingga diatas kertas kata dia, AHY tidak leluasa melakukan konsolidasi partai.

"Tapi begitu prahara kudeta melanda, ini seperti menjadi common enemy yang justru membuat para pengurus dan kader menjadi solid, ditambah dengan gerak lincah AHY untuk turun ke lapangan meskipun dengan prosedur kesehatan yang ketat," urai Adi yang juga Direktur lembaga survei Parameter Indonesia.

Menurut Adi, penampilan lugas AHY berhasil menarik dukungan publik dan media selama lebih dari dua bulan, sejak AHY mengumumkan upaya kudeta pada 1 Feb 2021 sampai pemerintah menolak mengesahkan hasil KLB ilegal tanggal 31 Maret.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini