Elektabilitas Terbang Tinggi, Demokrat Bersuka Cita: Naik Kelas Usai Ujian Kudeta

Elektabilitas Terbang Tinggi, Demokrat Bersuka Cita: Naik Kelas Usai Ujian Kudeta Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat merespon hasil survei LP3ES dengan penuh syukur dan suka cita. Hampir semua lembaga survei menyebut ada trend kenaikan elektabilitas Partai Demokrat.

Bahkan hasil survei LP3ES menempatkan Partai Demokrat di urutan kedua sebesar 11,3 persen setelah PDI Perjuangan sebesar 24 persen, dan berhasil mengungguli Partai Gerindra sebesar 9 persen serta Partai Gorlkar sebesar 7,4 persen.

"Kami berpandangan kenaikan elektabilitas ini sebagai hasil dari ujian kenaikan kelas Partai Demokrat yang diterpa prahara pada medio Januari sampai awal April lalu oleh Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang dipimpin KSP Moeldoko yang bisa diatasi secara cemerlang dengan hasil yang gemilang," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani dalam rilisnya, Kamis (6/5).

Baca Juga: Elektabilitasnya Dikangkangi Demokrat, Gerindra Santuy: Biasa...

Menurut Kamhar, hal ini sejalan dengan hasil survei LP3ES tentang isu sosial politik yang menguasai pemberitaan dan paling menarik perhatian publik dalam tiga bulan terakhir (Februari-April) adalah konflik Partai Demokrat sebesar 26,7 persen melampaui isu vaksinasi dan penanganan Covid-19 yang hanya sebesar 7,6 persen.

"Keberhasilan Partai Demokrat melewati terpaan badai ini menunjukkan kualitas kepemimpinan Mas Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Nahkoda yang handal. Sekurang-kurang empat hal yang menjadi kunci sukses yang menunjukkan bobot kepemimpinan Mas Ketum AHY," tegasnya.

Keempat hal itu yakni, pertama, Kecepatan dalam merespon persoalan dan mengambil keputusan. Kedua, ketepatan menerapkan strategi dengan mengajak publik dan kelompok strategis (civil society), termasuk media massa untuk melakukan kontrol demokrasi atas kekuasaan.

Ketiga, keberanian di mana yang dihadapi adalah KSP Moeldoko purnawirawan Jenderal yang berada di kekuasaan dan keempat, kemampuan AHY dalam membangun dan menjaga soliditas kader.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini