Pengumuman, Malaysia Pilih Kunci Negara untuk Cegah Kasus Covid-19 yang Meningkat

Pengumuman, Malaysia Pilih Kunci Negara untuk Cegah Kasus Covid-19 yang Meningkat Kredit Foto: Unsplash/Aleksandra Khoroshykh

Malaysia memberlakukan pembatasan pergerakan di Kuala Lumpur karena meningkatnya jumlah infeksi Covid-19. Ini semakin memperluas penguncian yang sebelumnya telah diterapkan di wilayah lain di Malaysia.

"Ibu kota akan dikenai beberapa tindakan penguncian mulai Jumat selama dua minggu, termasuk larangan kegiatan sosial, makan di dalam ruangan dan perjalanan antar distrik," ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, seperti dilansir Reuters pada Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Nasib Vaksin AstraZeneca, Dibuang Malaysia, Disayang Indonesia

Dengan diberlakukannya penguncian ini, maka kemungkinan besar warga Malaysia yang berada di Kuala Lumpur tidak bisa mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman mereka. 

Malaysia telah mengalami kebangkitan infeksi virus Corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan negara itu melaporkan 3.744 kasus baru pada hari ini.

Negara Jiran itu memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada bulan Februari dengan suntikan Pfizer-BioNTech dan Sinovac. Hari ini, Malaysia meluncurkan program inokulasi paralel bagi orang-orang yang secara sukarela menerima vaksin AstraZeneca di tengah kekhawatiran publik atas keamanannya.

Bulan ini, Malaysia juga mendeteksi kasus pertama dari varian virus Corona yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di India. Baca juga: Malaysia Darurat Covid-19, IDI: Indonesia Harus Waspada dan Bersiap

Putrajaya juga telah melarang penerbangan ke dan dari India dan melarang pelancong yang pernah menyambangi India dalam beberapa pekan terakhir untuk memasuki negara itu untuk membantu mencegah penyebaran varian baru.

Sabri juga telah mengatakan Malaysia juga akan melarang masuknya warga negara dari Sri Lanka, Bangladesh, Pakistan dan Nepal untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini