Vaksinasi dan Digitalisasi, Dua Game Changer Pemulihan Ekonomi Indonesia

Vaksinasi dan Digitalisasi, Dua Game Changer Pemulihan Ekonomi Indonesia Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Bank Indonesia (BI) menilai digitalisasi ekonomi dan keuangan akan menjadi game changer proses pemulihan ekonomi nasional, selain vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah.

sebagaimana diketahui, akibat pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia mengalami resesi di tahun 2020, di mana sepanjang tahun tersebut ekonomi terkontraksi minus 2,07 persen.

"Di balik pemulihan ekonomi nasional ini, digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional menjadi salah satu game changer," ujar Gubernur BI dalam webinar Digitalisasi Sistem Pembayaran di Indonesia sebagai Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digelar Warta Ekonomi secara virtual di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Meski Negatif, BPS Nilai Pertumbuhan Ekonomi Mulai Membaik

Apa yang dinyatakan Perry Warjiyo bukan tanpa alasan sebab digitalisasi mampu memberikan nafas dan aktivitas ekonomi di tengah pembatasan sosial selama masa pandemi Covid-19.

Perry bilang, Pandemi telah membatasi mobilitas masyarakat baik mobilitas sehari-hari, maupun mobilitas dalam bekerja dan bertransaksi ekonomi. Demikian juga, pandemi Covid-19 telah membatasi aktivitas produksi, pemasaran, dan investasi dari perusahaan.

"Perbankan dan sektor keuangan juga terkena dampak mobilisasi itu dan di tengah itu digitalisasi menjadi alternatif menjadi game changer," pungkasnya.

"Alhamdulillah bahwa persepsi dan preferensi masyarakat, akseptasi masyarakat atas berbagai alat maupun metode pembayaran digital semakin luas dan itu kelihatan dari porsi maupun transaksi ekonomi keuangan digital yang meningkat," tambahnya.

Dengan kondisi ini, Perry yakin ekonomi Indonesia akan kembali positif apalagi kinerja ekspor juga mulai bergeliat dan sangat menggembirakan.

"Insya Allah proses perbaikan ekonomi tengah berlanjut menuju proses pemulihan ekonomi nasional. Pertumbuhan Ekonomi insya Allah tahun ini dapat mencapai 4,1-5,1% didukung oleh kinerja ekspor yang membanggakan, terus dilakukannya stimulus baik dari sisi fiskal maupun moneter. Demikian juga berbagai kegiatan ekonomi di balik upaya-upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah untuk mmpercepat dan mmperluas vaksinasi," kata Perry.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini