Coba Terobos Masuk Markas CIA, Agen FBI Tembak Mati Seorang Pria Bersenapan

Coba Terobos Masuk Markas CIA, Agen FBI Tembak Mati Seorang Pria Bersenapan Kredit Foto: AP/Carolyn Kaster

Agen FBI menembak seorang pria bersenjata yang mencoba memasuki markas besar CIA Amerika Serikat (AS). Tembakan dilesatkan setelah pria bersenjata itu terlibat negosiasi berjam-jam dengan pasukan keamanan untuk masuk markas intelijen.

Pria bersenjata yang belum diketahui identitasnya mengemudikan mobil melewati gerbang awal ke kompleks hutan CIA yang luas di luar Washington pada Senin sore.

Baca Juga: Ngeri, Pangkalan Udara Penampung Kontraktor Amerika Dihujani Roket-roket

Personel keamanan mencoba bernegosiasi dengan pria tersebut agar menyerah. Negosiasi berlangsung selama beberapa jam.

"Individu tersebut muncul dari kendaraannya dengan senjata," kata FBI dalam sebuah pernyataan.

Akibat tembakan oleh agen FBI, pria bersenjata itu terluka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.

Sebelumnya, seorang juru bicara CIA mengonfirmasi situasi di luar perimeter aman kompleks, beberapa ratus meter dari markas utama badan intelijen tersebut.

"Kompleks kami tetap diamankan, dan Petugas Perlindungan Keamanan kami yang menangani insiden itu adalah satu-satunya personel agensi yang terlibat langsung," kata CIA, seperti dikutip AFP, Selasa (4/5/2021).

Keamanan telah ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir di markas CIA, yang terletak di Langley, Virginia tak jauh dari jalan yang sibuk.

Pada tahun 1993, seorang pria Pakistan, Mir Aimal Kansi, menembak mati dua pegawai agensi dan melukai tiga lainnya saat mereka duduk di dalam mobil menunggu di lampu merah untuk memasuki kompleks tersebut.

Kansi melarikan diri kembali ke Pakistan dan baru ditemukan serta ditangkap empat tahun kemudian. Dia diekstradisi ke Amerika Serikat, di mana dia dihukum karena pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati. Dia dieksekusi pada 2002.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini