KOL Stories x Kylatif: Membongkar Kekuatan dan Pengaruh Public Speaking dalam Berbisnis

KOL Stories x Kylatif: Membongkar Kekuatan dan Pengaruh Public Speaking dalam Berbisnis Kredit Foto: Instagram/Rizky Fauzi Latif

Public speaking dalam artian singkat adalah komunikasi di depan umum atau sekelompok orang. Kegiatan public speaking telah dilakukan di Yunani dan Romawi Kuno dalam bentuk retorika, terutama saat sistem politik demokratis diterapkan.

Berbicara di depan umum memang dirancang untuk memberikan informasi, mempengaruhi, atau menghibur orang. Berdasarkan definisi tersebut, berbicara di depan umum merupakan tata cara berbicara di tempat umum sehingga harus dilakukan secara runtut dan terencana.

Oleh karena itu, dalam berbicara di depan umum tidak hanya membutuhkan keterampilan lisan, tetapi juga keterampilan lisan yang terstruktur, yang mudah dipahami oleh banyak orang dalam waktu yang singkat.

Baca Juga: KOL Stories x Dodi Zulkifli: Rumus Bangun Branding, Biar Dapur Makin Ngebul

Nah, untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses, sebaiknya kita juga memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni. Karena, public speaking menjadi bagian penting di dalam dunia bisnis, sama halnya dengan mengatur keuangan perusahaan yang tepat dan sesuai.

Sebagai seorang pebisnis, kita akan selalu dituntut untuk bisa berbicara di depan umum dengan berbagai macam tujuan, misalnya memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan, dengan menyebutkan segala kelebihan atau keunggulan sehingga membuat konsumen makin tertarik untuk membeli atau menggunakan apa yang kita tawarkan.

Permasalahannya, berbicara dengan seorang klien untuk kepentingan bisnis pun dibutuhkan pengetahuan yang luas. Hal tersebut sangat berguna supaya kita tidak melakukan kesalahan yang dapat mengancam masa depan bisnis. Misalnya, pengetahuan dengan siapa kita berbicara dan seperti apa latar belakangnya.

Makanya, tak jarang kesuksesan seorang pebisnis juga ditentukan oleh bagaimana ia mengomunikasikan produk atau jasa yang dijajakannya.

Melihat hal tersebut, Warta Ekonomi melalui program KOL Stories akan membahas mengenai kekuatan dan pengaruh public speaking dalam berbisnis. Kali ini, KOL Stories mengundang Rizky Fauzi Latif yang merupakan Founder dari Muda Speak Up Academy sekaligus seorang content creator.

Menurut Mas, apa sih makna dari public speaking itu?

Kita pasti sudah sering mendengar tentang public speaking. Namun, terkadang orang sering miskonsepsi terhadap arti public speaking itu sendiri. John F. Kennedy pernah mengutip sebuah kalimat seperti ini: public is the art of diluting a two-minute idea with a two-hour vocabulary.

Artinya, public speaking itu adalah cara kita menyampaikan ide dan gagasan yang kita miliki dalam waktu dua menit dan ditambah dua jam kosa kata.

Sebenarnya, jika kita punya gagasan, ilmu, atau ide, di dalam public speaking itu sendiri inti kalimat yang disebutkan pasti hanya sedikit. Jadi, banyak orang yang bisa berbicara panjang dengan waktu yang lama karena dia bisa merangkai kosa kata. Public speaking adalah satu-satunya wadah terbaik untuk menunjukkan diri sendiri.

Memang apa hubungannya public speaking dengan bisnis? Kemudian seberapa dahsyat pengaruh public speaking bagi bisnis?

Jadi, public speaking dan komunikasi pada dasarnya itu adalah sebuah jembatan yang menghubungkan antara kota dengan kota, orang dengan orang, dan topik dengan topik. Oleh karena itu, coba bayangkan bila kita ingin pergi ke kota lain melewati jembatan tersebut, tapi jembatannya rusak. Apa bisa kita sampai dengan selamat? Bisa, tapi kemungkinannya agak kecil karena jembatannya rusak, apalagi tidak ada jembatan.

Sama seperti bisnis, jika kita punya produk atau jasa, tetapi dalam komunitas bisnis tersebut tidak ada yang bisa public speaking, bisnis tersebut tidak bisa berkembang. Karena, jika tidak ada public speaking, tidak ada audiens yang kenal dengan bisnis tersebut.

Jadi kalau ditanya seberapa penting public speaking bagi bisnis, jawabannya adalah sangat penting. Sekitar 85% keberhasilan bisnis dipengaruhi oleh public speaking. Pastikan kita bisa dan mengerti dasar-dasar dari public speaking.

Lalu, apa saja manfaat yang akan didapat dengan memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni, khususnya bagi seorang pebisnis?

Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Namun, saya hanya mengutip tiga manfaat terpenting jika kita memiliki public speaking untuk bisnis. Pertama, kita bisa mendapatkan kepercayaan dari para audiens. Tingkat kepercayaan orang lain terhadap brand kita bisa jauh lebih tinggi. Karena audiens bisa lihat perwakilan dari brand tersebut bisa menyampaikan informasi tentang produk dan layanannya dengan baik.

Kedua, audiens akan cenderung membeli produk atau layanan dari sebuah brand yang dia percayai. Ketiga, branding kita akan makin kuat. Akan tetapi, di poin ketiga ini kita harus berhati-hati. Mengapa? Karena jika kita sebagai public speaker gagal menawarkan produk atau layanan bisnis kita, kita akan dicap jelek oleh orang lain.

Jadi pada intinya, manfaat public speaking itu ada banyak. Jika kita punya brand atau jasa, tetapi kita tidak bisa menyampaikan itu semua ke orang lain dengan baik, otomatis kita tidak akan dikenal oleh orang banyak.

Bagaimana cara agar dapat memiliki kemampuan public speaking yang baik? Apa saja ciri-ciri pebisnis yang memiliki public speaking yang baik?

Public speaking itu adalah branding, gerbang utama di dalam sebuah bisnis. Ada dua komponen dalam public speaking, yaitu pesan apa yang ingin kita sampaikan dan kesan apa yang ingin kita tinggalkan, sehingga audiens mengerti ciri khas dari sebua brand. Itulah value dari sebuah public speaking.

Jadi, untuk melakukan public speaking yang benar, ada beberapa tips yang perlu kalian kuasai. Pertama, kita perlu memahami latar belakang audiens seperti apa. Bisa kita lihat dari berbagai segmen, seperti apa audiens tersebut berpendidikan atau tidak, profesi dari audiens, dan masih banyak lagi. Karena kita perlu menyesuaikan cara bicara kita dengan orang yang berbeda.

Baca Juga: KOL Stories x Raymond Bonakapvi: IHSG Crash, Apakah saatnya Jual Saham?

Kedua, kita perlu memahami kondisi. Terkadang saat kita sedang presentasi atau jadi MC, kita bisa saja lupa dengan kondisi, apakah masih kondusif atau tidak. Terkadang jika audiens sudah tidak fokus, kita masih terus saja berbicara. Jadi kita lihat dulu kondisinya seperti apa, apakah mereka butuh ice breaking? Atau mereka butuh hiburan atau komedi?

Ketiga, berwibawa dan tegas. Jika kita sedang berbicara atau membawakan sebuah materi, tetapi kita tidak berwibawa dan tegas, orang akan sulit memercayai kita. Tidak hanya dari cara bicara, tetapi juga dalam bertindak.

Seorang public speaker yang baik adalah seseorang yang memanjakan dua hal penting dari audiens, penglihatan dan pendengaran. Jadi jika kita berbicara di depan, kita harus memanjakan mereka dengan dua hal itu. Dari segi penglihatan perlu kalian ketahui, audiens itu sangat peka.

Bagaimana cara memperbaikinya? Perhatikan penampilan kamu, apakah kita wangi dan rapi? Apakah kita sudah menggunakan body language?

Kedua, dari segi pendengaran juga penting. Kalau kita sedang berbicara di depan, jangan sampai cara bicaranya itu monoton. Perhatikan intonasi, artikulasi, dan penekanan saat sedang berbicara.

Kesalahan apa saja yang biasanya dilakukan orang ketika sedang berbicara di depan umum?

Ada beberapa kesalahan umum ketika orang sedang melakukan public speakingPertama, tidak menyiapkan materi dengan baik. Jadi, kita tidak bisa menyiapkan materi atau topik dalam kurun waktu sehari sebelumnya. Walaupun jam terbang seseorang sudah banyak atau belum banyak, pasti mereka sudah menyiapkan script. Yang membedakan adalah isi script-nya.

Seorang public speaker yang baik hanya meyediakan script dalam bentuk poin per poin. Dari situ, dia bisa berbicara selama berjam-jam.

Kedua, tidak menggunakan body languageBody language itu tidak hanya menggerakkan badan, tetapi juga berpindah tempat. Ketiga, suaranya monoton dan tidak punya intonasi. Kembali lagi, kesalahan dari seorang pembicara adalah tidak memanjakan penglihatan dan pendengaran audiens.

Adakah tips yang bisa dibagikan ketika berbicara di depan umum, terutama ketika mempromosikan sebuah produk atau jasa?

Ada beberapa tips singkat bagi teman-teman tanpa ikut trainingPertama, berbicara depan cermin. Kita bisa meningkatkan rasa pede saat melihat diri kita di depan cermin. Kedua, kita harus merekam cara berbicara kita menggunakan smartphone untuk melatih public speaking kita.

Kenapa harus direkam? Kelebihannya adalah kita bisa me-review dan mengetahui intonasi dan body language kita seperti apa, jadi bisa kita evaluasi jika dirasa masih kurang.

Ketiga, latihan public speaking di depan orang langsung, entah keluarga atau teman. Setelah itu, kita bisa minta feedback dari mereka untuk mengetahui kekurangan dari cara bicara kita. Itu karena salah satu cara kita melatih mental dalam berbicara.

Untuk pebisnis sendiri, di dalam komunikasi sendiri ada teknik yang dinamakan elevator pitchElevator pitch itu adalah ketika kita punya ide, kita bisa menyampaikan ide tersebut dalam waktu yang singkat dengan cara yang efektif dan efisien.

Kita tidak harus berbicara panjang dalam mempromosikan bisnis karena pebisnis itu cenderung ke arah straight to the point.

Kedua, menambah fakta dan data, jadi jangan asal berbicara. Jika kita tidak punya data dan fakta, kita tidak akan dipercaya oleh orang.

Terakhir, perluas ilmu dan wawasan. Saat mempromosikan produk atau layanan, tetapi kita tidak punya ilmu dan wawasan, kita tidak akan berkembang. Selain itu, ilmu dan wawasan dapat menambah kredibilitas, jadi apa yang kita sampaikan bisa kita pertanggungjawabkan.

Terakhir, apakah ada pesan yang ingin disampaikan kepada penonton?

Komunikasi dan public speaking itu ibaratnya adalah outfit kita saat berpergian ke sebuah acara. Bayangkan jika kalian pergi ke acara pernikahan dengan kaos oblong dan hanya menggunakan sandal, pastinya malu, bukan? Apalagi orang yang melihat akan merasa aneh.

Sama seperti public speaking, jika cara berbicara kita tidak sesuai dengan audiens, tidak akan mengena di hati mereka. Caranya adalah harus latihan terus-menerus. Makin kalian punya banyak pengalaman yang berbeda dari audiens ke audiens, kalian akan tahu bagaimana cara memperlakukan mereka.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini