PYFA -LG International Corp Sepakat Lakukan Kerja Sama

PYFA -LG International Corp Sepakat Lakukan Kerja Sama Kredit Foto: LG

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menjalin kerjasama dengan LG International Corp (LGI), bagian dari LG Group, salah satu konglomerat Korea Selatan terbesar yang berkantor pusat di Seoul pada Rabu (28/4/2021).

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam sejumlah peluang bisnis terkait perawatan kesehatan yang melibatkan produk farmasi termasuk inovator atau produk biosimilar, suplemen kesehatan, peralatan perawatan kesehatan dan produk konsumen, serta peluang terkait perawatan kesehatan lainnya.

Baca Juga: Anak Usaha PYFA Akuisisi Fullerton Healthcare Indonesia

Direktur PT Pyridam Farma (PYFA), Yenfrino Gunadi mengatakan langkah menggandeng LGI merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan untuk memperluas pasar.

“Kami sangat bangga dapat bermitra dengan salah satu konglomerat Korea Selatan terbesar dengan sejarah panjang yang dimilikinya,” ucapnya. Yenfrino menambahkan pihaknya terus melakukan inovasi dan memperluas penawaran produk dan layanan dengan tujuan untuk memajukan industri kesehatan di Indonesia.

Ia mengatakan dapat menarik investasi asing dan bermitra dengan salah satu perusahaan konglomerat terbesar seperti  LGI merupakan bukti nyata tidak hanya bagi PYFA sendiri tetapi juga bagi industri perawatan kesehatan Indonesia yang diharapkan tumbuh double digit dalam beberapa tahun mendatang..

Seperti telah diberitakan sebelumnya, PYFA memperluas bisnisnya dengan membuka kantor perwakilan di Korea pada awal tahun ini. Langkah ini sebagai bagian dari strategi perseroan untuk menjajaki peluang kerjasama dengan perusahaan farmasi internasional untuk memajukan industri farmasi di Indonesia.

Sementara itu secara kinerja keuangan, PYFA mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 137% sepanjang 2020. Sejalan dengan peningkatan laba bersih, penjualan perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 12% dibandingkan dengan tahun 2019.

Kenaikan penjualan ini terutama didorong oleh pertumbuhan produk vitamin dan suplemen ditambahkan kenaikan penjualan produk alat kesehatan.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini