Masya Allah, Berkat Doa dan Kerja Keras, Dulu Anak Pembantu, Witjaksono Kini Sukses Jadi Pengusaha!

Masya Allah, Berkat Doa dan Kerja Keras, Dulu Anak Pembantu, Witjaksono Kini Sukses Jadi Pengusaha! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Bahkan, untuk makan saja harus mengambil sisa-sisa padi yang baru panen, saking miskinnya. Kesabaran ibunya pun menjadikan hasil kepada anak-anaknya. Bahkan, ketika tetangga yang sudah sepuh melihat ibu Witjak, mereka menangis.

"Dulu kamu hidup susah ya, sekarang sudah balik lagi," kenang Witjak.

Ayah Witjak berasal dari Boyolali yang menyandang gelar 'Raden', yakni turunan kerajaan Mataram yang gelarnya putus di nenek Witjak. Jadi, di keluarga Witjak terdapat dua 'kasta', yang masih memegang gelar Raden menjadi orang kaya dan yang sudah putus gelarnya menjadi orang miskin. Bahkan, ayah Witjak pernah diboyong ke Pati untuk menjadi pembantu saudaranya yang kaya raya. Ibu Witjak juga ikut menjadi pembantu.

Lalu, untuk biaya hidup, baik biaya pendidikan, kesehatan, dll itu menjadi tanggung jawab sang ayah dan untuk makan, menjadi tanggung jawab ibu. Setiap kali menjelang sekolah, ayah Witjak selalu sudah menyiapkan uang meski harus meminjam. Dan anak-anaknya bersekolah di sekolah orang kaya. Hal ini karena sang ayah ingin anak-anaknya melihat pola hidup anak orang kaya, tetapi bukan berarti harus mengikuti anak orang kaya tersebut.

Bahkan, saat masih SD usia 6-7 tahun, Witjak sudah mencari uang sendiri dengan memelihara ikan hias hingga beranak-pinak dan dijual ke anak-anak orang kaya. Lalu, main kelereng, menang banyak kelereng kemudian dijual. Uang yang didapat pun untuk jajan dan membeli buku.

Witjak mengungkap, ia sejak kecil bekerja karena tidak punya uang, orang tuanya tidak memberi uang saku untuk jajan. Namun, ia juga dididik agar tidak minta-minta. Sehingga ketika temannya jajan, Witjak hanya melihat saja. Orang tua Witjak mendidik keras untuk tidak minta-minta. Mereka terbiasa bekerja keras untuk makan.

Karena terbiasa bekerja, memasuki SMP-SMA, Witjak pun sudah mulai bertekad untuk bisa memiliki usaha sendiri. Memasuki kuliah, ia sudah bisa membiayai kuliahnya sendiri dengan menjaga warnet dari jam 12 malam sampai jam 7 pagi, dan Witjak kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Ia baru tidur jam 2 siang sampai jam 5 sore. Rutinitas itu dilakukan Witjak selama satu tahun. Barulah setelah itu Witjak berjualan apapun yang bisa menghasilkan uang.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini