Lolos dari Lubang Jarum Reshuffle, Moeldoko Masih Kuat Bentengi Jokowi dari Serangan Politik

Lolos dari Lubang Jarum Reshuffle, Moeldoko Masih Kuat Bentengi Jokowi dari Serangan Politik Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Jenderal (Purn) Moeldoko lolos dari lubang jarum. Dalam reshuffle jilid II, kemarin, Moeldoko masih dipertahankan Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Saat awal muncul isu reshuffle, tiga pekan lalu, Moeldoko santer digosipkan akan diganti. Bahkan, seorang elite PKB dengan lantang menyebut inisial “M” sebagai salah satu pembantu Jokowi di kabinet yang akan diganti. Anggapan publik pun sama. Alasannya, Moeldoko sempat bikin heboh dengan bikin Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Namun, berbagai isu itu termentahkan, kemarin. Jokowi hanya melakukan reshuffle minimalis, hanya melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Dikbud dan Ristek dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi.

Baca Juga: Mangkir Lagi, Demokrat Kubu AHY 'Kesal Betul' ke Moeldoko Cs: Benar-Benar Memalukan...

Moeldoko pun sepertinya sudah tahu posisinya bakal aman. Kemarin, mantan Panglima TNI ini beraktivitas seperti biasa. Bahkan, sempat menggelar keterangan pers secara daring dalam Festival HAM 2021, di Gedung Bina Graha Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko menegaskan sikap pemerintah masih punya perhatian dalam penegakan HAM dalam menangani Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Melihat situasi di lapangan, Moeldoko menilai, yang dilakukan KKB sudah mengarah pada aksi terorisme. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, banyak pihak yang kecele dengan reshuffle kabinet kemarin. Pasalnya, banyak pihak yang berekspektasi terlalu tinggi. Padahal, sejak awal dirinya menyebut Presiden akan melantik menteri baru karena perubahan nomenklatur. Namun, publik kemudian merespons isu ini dengan beragam interpretasi. Bahkan, banyak pengamat yang mengeluarkan analisa macam-macam. Termasuk soal posisi Moeldoko.

"Tidak, apa-apa. Karena itu juga bagian demokrasi. Yang jelas, keputusan otoritas tertinggi ada di tangan Presiden," kata Ngabalin, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini