Fadel: Pemulihan Ekonomi Terasa Makin Cepat

Fadel: Pemulihan Ekonomi Terasa Makin Cepat Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Titik terendah ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 dapat dikatakan telah dilalui. Tanda-tanda perbaikan kondisi ekonomi juga mulai terlihat, baik dari sisi penawaran maupun permintaan menunjukkan tren pemulihan.

Di sisi lain, para perusahaan pun harus menyiasati rencana bisnisnya agar bisa tetap berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Arsjad Rasjid: Pemulihan Ekonomi Butuh Sinergi Bukan Hanya Pelaku Usaha

"Saat ini kita sedang dalam dalam pemulihan Covid-19. Terlihat, pemulihan terasa makin cepat dan perbaikan dalam beberapa hal, makin hari makin baik," kata Presiden Komisaris dan Founder Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, dalam Indonesia Most Acclaimed Companies Awards 2021 Surviving The Inevitability, Adapting The Anomaly, Seizing The Opportunity yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Fadel pun mengutip Harvard Business Review yang menyebut ada empat keuntungan bagi perusahaan yang melakukan adaptasi. Pertama, kemampuan antsipasi, yaitu kemampuan perusahaan mengantisiasi akan terjadi sesuatu. Artinya, perusahaan mampu mengenali bencana apa dengan cepat.

Kedua, kemampuan perusahaan menahan goncangan yang datang. Ketiga, kecepatan dari perusahaan kembali setelah terpuruk. "Kita dalam keadaan menurun dengan Covid-19. Sekarang bagaimna perusahaan recovery atas keterpurukan tersebut," tambahnya. Keempat, kemampuan perusahaan menjadi lebih tangguh setelah goncangan.

Tema Surviving The Inevitability, Adapting The Anomaly, Seizing The Opportunity pun dipilih dengan harapan perusahaan dapat beradaptasi di era anomali dengan mengambil berbagai peluang yang ada untuk meningkatkan reputasi serta produk dan layanan kepada masyarakat.

Sekadar informasi, Warta Ekonomi Group menginisiasi program pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang yang paling diidamkan oleh para pekerja. Program tersebut dikemas dalam Indonesia Most Acclaimed Companies Awards 2021 di mana tim Riset Warta Ekonomi akan melakukan pengkajian, pemahaman, lalu penilaian untuk mengetahui siapa saja perusahaan-perusahaan yang paling diidamkan oleh para pekerja dengan reputasi yang baik dan memberikan manfaat melalui produk dan jasa yang dihasilkan, serta memiliki pola pikir kompetitif sebagai upaya untuk menjadi market leader yang berdaya saing nasional maupun global.

Proses penilaian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa survei daring kepada 5.000 responden yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Proses survei dilakukan mlulai tanggal 24-31 Maret 2021. Adapun indikator yang digunakan adalah reputasi, manfaat produk dan jasa yang diberikan, serta pola pikir kompetitif.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini