Alat Rapid Test Bekas, Ini Kata Kimia Farma

Alat Rapid Test Bekas, Ini Kata Kimia Farma Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), lewat cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan dan menyiapkan sanksi berat supaya kejadian di Bandara Kualanamu tak terulang.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan. Hal itu menyusul tertangkapnya empat oknum petugas layanan rapid test di Bandara Kualanamu yang diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas.

Baca Juga: Kimia Farma Menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

“Kami akan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan, sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” kata Adil, Rabu (28/4/2021).

Pihaknya menyampaikan dukungan sepenuhnya atas investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan rapid test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan dan bertentangan dengan SOP perusahaan.

Terlebih, tindakan itu juga merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum pertugas layanan rapid test tersebut. Apabila terbukti bersalah para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi yang telah berdiri sejak jaman Belanda, untuk memberikan layananan dan produk yang berkualitas serta terbaik, lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta," katanya.

Sementara, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II melalui anak usahanya, PT Angkasa Pura Solusi, mengevaluasi kembali kontrak kerja sama dengan Kimia Farma dalam hal penyediaan fasilitas kesehatan di bandara usai terciduknya empat oknum petugas yang menggunakan alat tes bekas kepada calon penumpang.

Direktur Komersial PT Angkasa Pura Solusi Yundriari Erdani Mitra menjelaskan saat ini mitra utama layanan kesehatan di bandara adalah Farmalab. Adapun, fasilitas kesehatan dari Kimia Farma Diagnostika juga ada di beberapa lokasi.

"Saat ini evaluasi yang kami lakukan termasuk mengenai keberlanjutan kerja sama. Jadi sementara layanan yang di bandara Kualanamu juga ditutup," kata Yundriari, Rabu (28/4/2021).

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini