Dukung Pemulihan Ekonomi, Bank Sinarmas Bakal Salurkan KUR Rp1,25 Triliun

Dukung Pemulihan Ekonomi, Bank Sinarmas Bakal Salurkan KUR Rp1,25 Triliun Kredit Foto: Bank Sinarmas

PT Bank Sinarmas Tbk turut mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan menjadi bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara Bank Sinarmas dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) selaku Kuasa Pemberi Anggaran yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Adapun perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara Kuasa Pemberi Anggaran dengan Penyalur KUR menjadi salah satu persyaratan sebelum penyaluran KUR. 

Dalam hal penandatanganan ini dari pihak Bank Sinarmas diwakili oleh Miko Andidjaja selaku Direktur Bank Sinarmas dan didampingi oleh Muktiono Wibowo selaku Micro and Small Business Group Head Bank Sinarmas dan dilakukan secara bersama-sama dengan 41 Penyalur KUR lainnya dan 2 Perusahaan Penjamin KUR.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, UUS Bank Sinarmas Salurkan Pembiayaan untuk Peternak Sapi

Micro and Small Business Group Head Bank Sinarmas Muktiono Wibowo mengatakan, Bank Sinarmas telah menjadi penyalur KUR sejak tahun 2015 sampai saat ini, dan telah memiliki sistem yang memadai dan terintegrasi secara host to host dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

"Saat ini portofolio kredit UMKM Bank Sinarmas telah di dominasi kurang lebih sekitar 80% oleh KUR. Untuk tahun 2021 plafon tahunan penyaluran KUR Bank Sinarmas sebesar Rp1.250 Triliun,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bank Sinarmas Miko Andidjaja menuturkan, melalui kerjasama ini diharapkan penyaluran KUR dapat mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap pelaku UMKM di Indonesia pada era pandemi Covid-19.

"Sebagai wujud komitmen Bank Sinarmas kedepannya akan terus memaksimalkan penyaluran dengan memfokuskan ke sentra - sentra UMKM untuk mempercepat proses akusisi serta tetap melaksanakan pelatihan dan kegiatan sosial terhadap pelaku UMKM untuk bisa terus berkembang dalam melakukan usaha,” tukasnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini