Kisah Perusahaan Raksasa: Marubeni, Konglomerat Perdagangan yang Lagi Terhuyung-huyung Jalani Bisnis

Kisah Perusahaan Raksasa: Marubeni, Konglomerat Perdagangan yang Lagi Terhuyung-huyung Jalani Bisnis Kredit Foto: Reuters

Marubeni Corporation adalah salah satu perusahaan perdagangan papan atas asal Jepang, yang juga sebagai sogo shosha (perdagangan umum) terbesar di negeri itu. Dengan predikat cukup gemilang di dalam negeri, performa Marubeni di tingkat global tidak kalah menarik. 

Namanya tercantum dalam daftar perusahaan raksasa Global 500 yang dirilis Fortune. Di tahun 2020, dengan pendapatan total sebesar 62,79 miliar dolar AS, Marubeni nyaman duduk di peringkat ke-173 dunia. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Mitsui, Sempat Jadi yang Pertama, Kini Tengah Berjuang Dapatkan Cuan

Kekayaan Marubeni sedikit menurut 5,9 persen di 2020. Oleh sebab itulah posisinya merosot dari nomor 143 dunia ke 173. 

Yang terparah bukan itu, tetapi terkait keuntungan perusahaan. Marubeni sepertinya pusing bukan main, sebab labanya turun 187 persen di 2020. Dengan catatan ini, raksasa perdagangan asal Jepang mencatatkan nilai minus 1,81 miliar dolar.

Marubeni sukses membukukan 58,48 miliar dolar untuk asetnya. Sedangkan nilai pasar (market value) Marubeni tercatat di angka 7,96 miliar dolar.

Berikut Warta Ekonomi sajikan artikel ringkas terkait perusahaan raksasa Marubeni, pada Selasa (27/4/2021). Simak selengkapnya tulisan di bawah ini.

Sebagai salah satu perusahaan perdagangan umum terbesar di Jepang atau dikenal sebagai sogo shosha, Marubeni telah dirintis sejak 1872 oleh seorang pedagang muda bernama Chubei Itoh. Itoh mendirikan toko kecil di Osaka sebagai outlet untuk bisnis perdagangan komersialnya. 

Marubeni-Osaka-hq-01.jpg

Itoh sudah menaruh simbol perusahaan Marubeni dengan menempatkan kata "beni" yang berarti "merah" dalam bahasa Jepang pada perusahaannya. Pada 1883, seiring berkembangnya perusahaan perdagangan Itoh, toko Marubeni dijadikan kantor pusatnya.

Selama 20 tahun berikutnya, perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat kuat setelah Jepang menegaskan dominasi militernya di wilayah tersebut dengan mengalahkan tentara China pada 1895 dan angkatan laut Rusia pada tahun 1905. Perushaan milik Itoh yang saat itu dinamai C. Itoh & Company memanfaatkan beberapa peluang dalam perdagangan internasional.

C. Itoh & Company terpaksa melakukan reorganisasi pada tahun 1921. Perusahaan itu sendiri berganti nama menjadi Marubeni Shonten Ltd. Marubeni terutama terlibat dalam perdagangan tekstil, tetapi berkembang selama dekade tersebut hingga mencakup lebih banyak jenis barang industri dan konsumen.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini