Gerakan Jalan Hijau Ubah Pola Transportasi Demi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Urban

Gerakan Jalan Hijau Ubah Pola Transportasi Demi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Urban Kredit Foto: Dok. BPTJ

Pola dan kebiasaan hidup bertransportasi menggunakan kendaraan pribadi ternyata berkorelasi langsung dengan permasalahan kesehatan dan kualitas hidup.

Kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari membuat masyarakat cenderung kurang bergerak. Karena itu, masyarakat urban mudah dihinggapi penyakit non infeksi misalnya diabetes, stroke, jantung.

Selain itu, dampak lain dominannya penggunaan kenderaan pribadi adalah semakin memburuknya kualitas udara. Baca Juga: Sudah Dilarang Pemerintah tapi Kemenhub Belum Bikin Aturan Juknis Pelarangan Mudik

Padahal, dengan beralih menggunakan angkutan umum massal dan pemanfaatan berjalan kaki serta bersepeda selain akan berdampak positif terhadap kesehatan pribadi juga akan membuat kondisi udara yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Baca Juga: Kemenkes Targetkan 90% Lansia Terima Dosis Pertama Akhir Juni

“Untuk itulah kami sangat berterima kasih kepada Kemenkes (Kementerian Kesehatan) atas sinerginya dalam Gerakan Jalan Hijau. Program Kemenkes yaitu Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat secara substantif sejalan dengan Gerakan Jalan Hijau. Gerakan Jalan Hijau ini secara langsung atau tidak langsung juga dapat mendukung Germas, sehingga kami berharap kerjasama diantara dua sektor ini dapat terus berlangsung di masa mendatang,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti saat acara Virtual Event Kampanye Jalan Hijau Achievement Award 2021 di Jakarta, Selasa (20/4/2021) lalu.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini