Perang Cuan 5 Bank yang Angkat Koper dari Aceh: BRI, CIMB Niaga, BNI, Mandiri, dan Panin

Perang Cuan 5 Bank yang Angkat Koper dari Aceh: BRI, CIMB Niaga, BNI, Mandiri, dan Panin Kredit Foto: Shutterstock/F Rahman

Kebijakan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Aceh membuat sejumlah perbankan konvensional 'angkat koper; dari Serambi Mekah tersebut. Pasalnya, kebijakan tersebut mewajibkan setiap lembaga keuangan di Aceh menerapkan sistem syariah, termasuk bank.

Dengan semakin dekatnya tenggat waktu pemberlakuan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tersebut, setidaknya ada lima bank konvensional yang menyatakan diri menutup operasionalnya di Aceh, yakni BRI, CIMB Niaga, BNI, Bank Mandiri, dan Bank PaninBaca Juga: Alamaak! Cuan Perusahaan Larutan Cap Kaki Tiga Anjlok Drastis, Gara-Gara Kebakaran?

Di tengah hangatnya pemberitaan saat ini, lantas seperti apa ya performa keuangan kelima bank tersebut sepanjang tahun 2020, baik dari laba maupun pendapatan? Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 21 April 2021: Paling Ambruk di Asia dan Dunia!

Simak komparasi performa cuan dari masing-masing bank berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada 31 Desember 2020 berikut ini.

Bank Panin (-6,63%)

Di antara bank yang memutuskan pamit dari Aceh, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) mencetak penurunan keuntungan paling kecil, yakni sebesar 6,63% secara tahun ke tahun (yoy). Sampai akhir Desember 2020, Bank Panin membukukan laba bersih sebesar Rp3,10 triliun atau lebih rendah dari laba bersih akhir tahun 2019 lalu yang mencapai Rp3,32 triliun.

Sementara itu, pendapatan Bank Panin tercatat menurun sebesar 1,78%. Secara tahun ke tahun, Bank Panin mengantongi pendpaatan bunga bersih yang lebih rendah, yakni dari Rp8,97 triliun pada 2019 menjadi Rp8,81 triliun pada 2020.

Bank Mandiri (-37,70%)

Pandemi Covid-19 masih berdampak signifikan terhadap performa keuangan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hal itu nampak dari capaian laba bersih Bank Mandiri yang menurun 37,70% dari Rp27,48 triliun pada 2019 menjadi Rp17,19 triliun pada 2020.

Meskipun begitu, secara pendapatan Bank Mandiri mencatatkan penurunan tipis. Berdasarkan laporan keuangan tahunan, pendapatan bunga dan syariah Bank Mandiri terpangkas 4,93% dari Rp59,44 triliun per Desember 2019 menjadi Rp56,51 triliun per Desember 2020.

Bank CIMB Niaga (-44,93%)

Laba bersih PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) amblas sedalam 44,93% secara tahunan. Pada akhir 2019 lalu, CIMB Niaga mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp3,65 triliun. Namun, angkanya menurun jadi Rp2,01 triliun pada akhir 2020.

Senasib sepenanggungan, pendapatan bunga dan syariah bersih CIMB Niaga juga terpangkas, meski tidak signifikan. CIMB Niaga mencatat pendapatan turun 0,79% dari Rp12,57 triliun pada 2019 menajdi Rp12,47 triliun pada 2020.

BRI (-45,71%)

Sepanjang tahun 2020, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpangkas sedalam 45,71%. Per Desember 2019 lalu, keuntungan BRI mencapai Rp34,37 triliun, sedangkan per Desember 2020 hanya sebesar Rp18,66 triliun.

Sejalan dengan laba bersih, pendapatan bunga dan syariah BRI mengalami penyusutan sebesar 3,97% dari awalnya Rp121,76 triliun pada 2019 menjadi Rp116,93 triliun.

BNI (-78,67%)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan penurunan laba bersih sebesar 78,67% dari Rp15,38 triliun per Desember 2109 menjadi Rp3,28 triliun per Desember 2020. Sementara itu, dari segi pendapatan bunga dan pendapatan syariah penurunannya tidak signifikan. Secara tahunan, pendapatan BNI menyusut 4,03%, yakni dari Rp58,53 triliun pada 2019 menjadi Rp56,17 triliun pada 2020.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini