Juni 2021, KPK Tamat! Refly Harun sebut Dua Pihak ini yang Sukses Menggebuki KPK

Juni 2021, KPK Tamat! Refly Harun sebut Dua Pihak ini yang Sukses Menggebuki KPK Kredit Foto: Instagram/Refly Harun

Pengamat hukum Tata Negara Refly Harun mengakui mendukung Jokowi pada periode pertama adalah pilihan yang sangat rasional untuk para aktivis. Hal itu, mengomentari pilihan Zainal Arifin Mochtar yang saat ini justru sangat kritis kepada pemerintahan Jokowi.

"Sederhana mendukung Jokowi, dia sederhana tak punya dosa masa lalu. Ia sukses di Solo kemudian di Jakarta, tapi masalahnya setelah memerintah tidak ada presiden yang bisa memenuhi ekspektasi 100 persen," kata Refly.

Zainal Arifin yang merupakan akademisi dari Universitas Gadjah Mada baru-baru ini meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan, karena sudah tak ada gunanya lagi usai disahkannya UU KPK yang baru.

Zainal pesimis KPK masih punya taji usai seluruh pegawai akan dijadikan ASN
(Aparatur Sipil Negeri) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Juni mendatang. Alih status kepegawaian ini dinilai akan mengerus independensi para penyidik yang sebelumnya dikenal berani.

Menanggapi hal itu, Refly mengaku sangat menyedihkan dengan kondisi KPK saat ini. Ia menyatakan Presiden Jokowi ternyata bukan memperkuat tapi melemahkan KPK.

"Dan sukses karena endorsment dari Presiden Jokowi langsung ditangkap untuk sama-sama menggebuki, melumpuhkan dan mengkerdilkan KPK. Saat ini tak banyak aktivis korupsi yang mau membentengi serangan-serangan dari elit politik. Bahkan, KPK saat ini satu suara dengan elit politik," tandas Refly menanggapi pernyataan Zainal.

Ia setuju atas pernyataan Refly yang menyebut kalau suksesnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menteri KKP Edhy Prabowo adalah kerja satu-dua orang yang masih punya idealisme

"Setuju, itu bukan kerja kelembagaan," tandasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini