Tangkap Peluang, Summarecon Serpong Luncurkan Ruko Aristoteles

Tangkap Peluang, Summarecon Serpong Luncurkan Ruko Aristoteles Kredit Foto: Summarecon Agung

Memasuki tahun 2021, dengan meningkatnya kebutuhan ruang usaha, serta geliat bisnis, investasi dan dunia wirausaha yang terus tumbuh dengan dinamis, Summarecon Serpong, unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk, kembali meluncurkan produk komersial, Ruko Aristoteles.

Berada di kawasan berkembang, Scientia Garden, persembahan terbaru Summarecon Serpong ini menjawab permintaan konsumen yang masih tinggi akan hadirnya ruang usaha.

Sebelumnya pada tanggal 13 Maret yang lalu, Summarecon Serpong berhasil menjual habis 46 unit Ruko Melody dalam 3 jam penjualan online. Ruko Aristoteles sebanyak 82 unit akan dipasarkan mulai tanggal   24 April 2021 dengan harga mulai dari Rp3 miliar.

Baca Juga: Intip! Keunggulan Hunian Cluster Flora Tahap Tiga Summarecon Bandung
 
Ruko Aristoteles terletak di kawasan seluas 200 hektar, Scientia Garden yang dirancang sebagai area terpadu dengan tagline “Smart and Green Environtment”, konsep hunian modern berteknologi mutakhir dipadu dengan sistem yang beriorientasi lingkungan.

Executive Director Summarecon Serpong, Magdalena Juliati mengungkapkan bahwa produk terbaru Summarecon Serpong kali ini hadir dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen dan perkembangan zaman dan tepat dalam adaptasi tatanan baru saat ini, sekaligus menjadi jawaban untuk jiwa-jiwa entrepreneur.

"Ruko Aristoteles, berada tepat di depan Klaster Aristoteles ini, akan melengkapi masterplan dari kawasan Scientia Garden, yang disusun sistematis dan seimbang antara area hunian dan komersial sehingga tercipta township terpadu yang hidup," ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/4/2021).
 
Dipasarkan dengan harga mulai dari Rp3 miliar dengan ukuran luas tanah mulai dari 80 meter persegi dan luas bangunan 126 meter persegi dengan beberapa tipe yang menyesuaikan kebutuhan usaha termasuk adanya area perluasan usaha berupa teras depan (outdoor terrace) dan balkon (sky terrace).

Tersedia beberapa kemudahan pembayaran seperti tunai keras, bertahap via SFK hingga 60 kali, KPP Ekspress bertahap 12 dan 24 kali flat, atau DP cicil 15-20% hingga 10 kali yang akan dibantu oleh banking partner yang bekerjasama. Program khusus diberikan dalam penjualan perdana, yaitu bentuk dukungan dan kepedulian terhadap para calon pelaku dan dunia wirausaha berupa insentif buka usaha senilai 50 juta rupiah dan gratis iuran pemeliharaan lingkungan atau IPL hingga dua tahun.

Baca Juga: Ajib Betul! Dalam Waktu Dekat Summarecon Bakal Kantongi Dana Segar Senilai Rp1,5 Triliun

Ruko Aristoteles juga memiliki keistimewaan karena masuk dalam kategori produk yang menerima “Summarecon Home Warranty 1 Year & Top Quality”. Summarecon berkomitmen memberikan jaminan kualitas bangunan yang baik dan bergaransi panjang untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan tentunya semakin membuktikan bahwa Summarecon sebagai developer menawarkan produk dengan added value yang menjadi nilai investasi yang baik.

Magdalena menuturkan bahwa tahun 2021 ini menjadi tahun penting untuk dunia properti. Karena kita melalui momen transisi dengan penuh semangat untuk kembali normal. Berjalannya kehidupan dengan tatanan baru tentunya juga membawa efek positif untuk perekonomian masyarakat.

Itu juga yang kita rasakan, dimana permintaan ruang usaha untuk pebisnis atau pelaku usaha terus meningkat. Seperti yang sebelumnya terjadi pada penjualan perdana di tahun 2021, yaitu Ruko Melody, terjadi over subscribe atau tingginya permintaan yang jumlahnya melebihi jumlah unit yang dipasarkan. Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari faktor konsep yang diusung dan kepercayaan konsumen properti atas produk-produk yang dilahirkan Summarecon dalam perjalanannya selama lebih dari 45 tahun di dunia properti.

"Respon positif dan permintaan yang masih tinggi serta semangat inovasi dalam membedah potensi terbaik dari kawasan ini yang menjadi alasan Summarecon Serpong akan terus berkarya dan berkreasi dan memberikan produk-produk properti terbaik," tutupnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini