Ternyata Ini Rencana Perusahaan Eddy Satriaatmadja Setelah Grab Masuk dan Kuasai RS Omni

Ternyata Ini Rencana Perusahaan Eddy Satriaatmadja Setelah Grab Masuk dan Kuasai RS Omni Kredit Foto: FORBES INDONESIA/AHMAD ZAMRONI

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) kedatangan investor baru dua diantaranya NAVER Corporation yang merupakan mesin pencari web terbesar di Korea Selatan dan H Holdings Inc perusahaan afiliasi Grab Holdings. 

Keduanya masuk ke perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Eddy Sariaatmadja melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. 

Sekretaris Perusahaan EMTK, Titi Maria Rusli dalam keterangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa Perseroan berencana untuk berinvestasi di bidang kesehatan dan bisnis digital. 

Baca Juga: Sah! Grab Masuk ke Perusahaan Milik Konglomerat Eddy Sariaatmadja

Ia mengungkapkan jika selama beberapa tahun terakhir, Perseroan telah mengembangkan bisnisnya di bidang pelayanan kesehatan dan ekonomi digital. Di bidang kesehatan perseroan telah mengakuisisi saham pengendali di PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk pemilik RS Omni dan juga mendanai dan turut serta dalam, penerbitan saham baru di perusahaan tersebut untuk mendukung pengembangan bisnis dan mencapai target pertumbuhannya. 

"Perseroan berencana untuk berinvestasi dalam pertumbuhan di bidang pelayanan kesehatan selama tiga tahun ke depan," ucapnya. 

Baca Juga: DANA dan OVO Merger? Perusahaan Milik Konglomerat Eddy Sariaatmadja Bongkar Faktanya....

Perseroan lanjut Titi, juga memiliki ketertarikan terhadap penerbitan digital, platform streaming video, pembayaran uang elektronik, dan e-commerce. Berbagai bisnis digital tersebut masih berkembang dan membutuhkan modal selama beberapa tahun ke depan untuk pengembangan dan pertumbuhannya.

"Mengingat Perseroan memiliki beberapa investasi strategis di ekosistem digital, kami yakin akan ada peluang baru dalam ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan Perseroan dengan menggunakan modal yang dihimpun melalui PMTHMETD. Tidak menutup kemungkinan

peluang tersebut akan berkaitan dengan bisnis Grab, atau peluang baru yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara Grab dan Perseroan," tutupnya. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini