SBY Bernafsu Miliki Partai, Pendiri Demokrat Buka-bukaan Sejarah Logo Partai, SBY Cuma...

SBY Bernafsu Miliki Partai, Pendiri Demokrat Buka-bukaan Sejarah Logo Partai, SBY Cuma... Kredit Foto: Instagram Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Salah seorang pendiri Partai Demokrat Wisnu HKP Notonegoro atau Ki Ageng Noto terus mempertanyakan langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan merek Demokrat ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Merek Demokrat yang sudah menjadi milik publik tidak semestinya didaftarkan atas nama pribadi. Karena fatsun politiknya, Demokrat bukan milik pribadi SBY," kata Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/4/2021).

Dia juga menilai Presiden keenam Indonesia itu tidak bisa disebut sebagai pendiri Partai Demokrat. Wisnu menegaskan asal muasal digagasnya Partai Demokrat 20 tahun silam berawal dari gagalnya SBY mencalonkan diri sebagai Wapres pada Sidang Istimewa MPR RI 2001.

Baca Juga: Saksi Hidup Sejarah Logo Partai Demokrat Bongkar Fakta: Dokumen Dipalsukan, SBY Itu Hanya....

"Awalnya SBY meragukan partai Demokrat bisa menjadi kendaraan politiknya. Ruang perpustakaan rumah Cikeas jadi saksi bisu pertemuan empat mata antara saya dan SBY, guna meyakinkan keseriusan kami membuat partai pengusung capres di pemilu 2004," katanya.

Usai pertemuan itu, dalam perjalanan pulang dari Cikeas di tengah malam, Wisnu mendapat inspirasi dari lambang segitiga Mercedez Benz di atas kap mobilnya, untuk diadopsi sebagai logo partai Demokrat.

"Keesokan harinya saya menghubungi Vence Rumangkang sambil dinner ketemu di Hilton Hotel. Saya tunjukkan rancangan lambang Partai Demokrat hasil inspirasi itu berikut arti dan maknanya," kenang Wisnu.

Rancangan Wisnu kemudian disempurnakan di beberapa bagian atas masukan SBY, hingga menjadi lambang Demokrat kini. "Itu artinya SBY bukan pencipta logo Demokrat, tapi hanya memberikan kontribusi untuk penyempurnaan saja," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini