Ogah Kalah Sama Corona, Yoshihide Suga Genjot Pelaksanaan Olimpiade Tokyo

Ogah Kalah Sama Corona, Yoshihide Suga Genjot Pelaksanaan Olimpiade Tokyo Kredit Foto: Antara/Athit Perawongmetha

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Kamis (15/4/2021) menyatakan, pemerintah akan melakukan apa pun yang memungkinkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 menjelang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli mendatang.

Hal itu disampaikan Suga merespons pernyataan seorang pejabat partai berkuasa Jepang yang mengatakan bahwa pembatalan Olimpiade Tokyo masih menjadi opsi jika pandemi Covid-19 kian memburuk.

Baca Juga: Negara Kim Jong Un Batal Terjun di Olimpiade, Harapan Korsel Seketika Pupus

“Tidak ada perubahan dari sikap pemerintah. Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk mencegah penyebaran virus menjelang Olimpiade,” kata Suga kepada wartawan sebelum bertolak ke AS untuk bertemu Presiden Joe Biden.

Dilansir Reuters, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Jepang, Toshihiro Nikai, sebelumnya menyatakan, pembatalan Olimpiade Tokyo masih menjadi opsi saat semakin meningkatnya kasus Covid-19 pada 100 hari menjelang upacara pembukaan 23 Juli mendatang.

“Jika situasi tak memungkinkan (menggelar Olimpiade) maka kami harus menyerah,” kata Nikai.

“Pembatalan tentu saja menjadi salah satu opsi. Untuk apa Olimpiade jika malah menyebarkan virus,” sambungnya.

Jepang masih bergulat menurunkan jumlah kasus Covid-19 yang saat ini angkanya malah cenderung naik di Tokyo setelah pemerintah mencabut status darurat.

Osaka juga menjadi kota yang mencatatkan rekor kasus infeksi dengan 878 kasus baru pada Rabu (14/4/2021). Namun pemerintah tetap bertekad mewujudkan Olimpiade yang telah tertunda satu tahun itu dengan menerapkan tindakan dan langkah-langkah pencegahan penularan virus selama pesta olahraga terbesar dunia itu.

“Kami akan menggelar (Olimpiade) dengan cara yang memungkinkan, termasuk tanpa penonton,” ujar Taro Kono, Menteri Reformasi Regulasi dan Penanggungjawab Vaksinasi di Jepang.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini