Gak Kaleng-Kaleng, Emiten Ini Masih Cuan Di Tengah Pandemi

Gak Kaleng-Kaleng, Emiten Ini Masih Cuan Di Tengah Pandemi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pandemi COVID19 terbukti berdampak buruk terhadap perekonomian dan berbagai sektor industri di dunia. Tak terkecuali juga di sektor keuangan, terutama di bidang perbankan. Tak sedikit perbankan Tanah Air yang catatan labanya terpaksa tumbuh negatif akibat tersendatnya kinerja kredit dan daya beli masyarakat yang tengah melemah parah. Namun dari sekian perbankan yang terpaksa harus ‘berdarah-darah’ terimbas pandemi, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) rupanya tidak termasuk di dalamnya.

Di tengah tekanan yang terjadi di sepanjang tahun 2020 lalu, Bank Jatim terbukti berhasil membukukan laba sebesar Rp1,46 triliun, atau tumbuh positif sebesar 8,17 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan yang pada saat yang sama tercatat Rp83,62 triliun, surplus sembilan persen dibanding capaian pendapatan tahun 2019 lalu.

Dalam keterangan perusahaan yang diterbitkan Rabu (14/4), pihak direksi perusahaan mengakui bahwa kinerja tahun 2020 memang cukup challenging bagi industri perbankan. Terimbasnya hampir seluruh sektor bisnis akibat pandemi membuat kinerja sektor perbankan yang diantaranya bertumpu pada bisnis pembiayaan juga terkena dampaknya. Karena itu, jajaran direksi bersyukur kinerja BJTM masih mampu dipertahankan untuk tetap dalam kondisi ‘hijau’. Hal ini diantaranya tak lepas dari realisasi kredit perusahaan yang mencapai Rp41,48 triliun, atau tumbuh 8,16 persen dari tahun sebelumnya. Kredit konsumsi menjadi penyumbang tertinggi dengan kontribusinya yang mencapai Rp24,35 triliun, atau 58,7 persen dari keseluruhan capaian kredit yang ada.

Guna menopang kinerja kredit yang tumbuh positif, BJTM juga berhasil meraup Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Rp68,47 triliun, tumbuh 13,08 persen dibanding raihan DPK pada tahun sebelumnya. Positifnya DPK juga sekaligus sebagai ajang pembuktian bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BJTM terjaiuh ini masih terjaga dengan baik. Klaim ini nampak sejalan dengan perolehan DPK pada triwulan I/2021 yang jua telah mencapai Rp76,09 triliun, atau meningkat signifikan hingga 31,72 persen dibanding perolehan DPK pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan catatan apik di masa-masa awal ini, pihak BJTM pun mengaku optimistis target kinerja yang telah dicanangkan untuk tahun buku 2021 bakal dapat tercapai hingga pada akhir tahun nanti.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini