Topan Seroja Mengganas, Australia Minta Warganya Segera Cari Tempat Berlindung

Topan Seroja Mengganas, Australia Minta Warganya Segera Cari Tempat Berlindung Kredit Foto: Unsplash/Joey Csunyo

Pihak berwenang di Australia Barat mendesak penduduk di pantai bagian Mid West untuk mencari tempat berlindung yang aman atau pergi pada Sabtu (10/4/2021) saat topan Seroja melesat menuju wilayah pantai yang biasanya terlalu jauh ke selatan untuk jatuh di jalur siklon.

Penduduk di wilayah Mid West dan Gascoyne Australia Barat didesak untuk menyelesaikan rencana darurat mereka, karena topan diperkirakan akan meningkat menjadi kategori tiga dalam semalam, menghantam wilayah di mana bangunan tidak dibuat untuk menahan angin siklon.

Baca Juga: Korban Siklon Tropis Seroja di NTT Bertambah jadi 177 Orang

"Ini adalah situasi yang sangat serius. Terdapat potensi tinggi untuk kehancuran yang luas," kata Menteri Layanan Darurat negara bagian, Fran Logan, di Australian Broadcasting Corporation (ABC).

"Kami berharap kami dapat melewati beberapa hari ini tanpa kehilangan nyawa dan tanpa kerusakan properti yang serius. Kami perlu bekerja berdasarkan skenario terburuk," katanya, menambahkan bahwa angin siklon belum terlihat di daerah tersebut selama beberapa dekade.

Biro Meteorologi Australia memperkirakan angin yang merusak dengan kecepatan hingga 150 km per jam (93 mil per jam), dan hujan lebat yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada komunitas pesisir saat topan bergerak melintasi pantai dan lebih jauh ke pedalaman.

Area yang paling mungkin mengalami hembusan angin yang merusak adalah di pantai antara Geraldton, 200 km di utara Perth, dan Denham, 500 km di utara Perth. Daerah itu jauh di selatan Port Hedland, pusat ekspor biji besi terbesar di dunia, yang tahan terhadap beberapa siklon dalam satu musim dan di mana rumah-rumah dibangun dengan standar yang lebih kuat.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini