'TMII Rugi, Kita Nombok Terus'

'TMII Rugi, Kita Nombok Terus' Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko membantah kabar TMII akan berada di bawah pengelolaan yayasan baru yang Presiden Jokowi bentuk.

Menurutnya, pemerintah menyiapkan opsi menggandeng BUMN bidang pariwisata untuk mengelola TMII, opsi lain pengelolaan bisa dilakukan swasta atau kerja sama pemerintah berbentuk BLU.

"Jadi saya ingatkan. Jangan lagi ada yang berpandangan akan muncul yayasan baru yang dikelola Pak Jokowi. Itu pandangan primitif," ujar Moeldoko dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Moeldoko Buka Suara Soal Perubahan Pengelola TMII

Baca Juga: Pengamat: Baiknya, TMII Dikelola oleh ....

Pengelolaan nantinya, ujar Moeldoko, akan dilakukan secara profesional oleh BUMN pariwisata atau opsi lain yang nantinya diputuskan. Untuk sementara waktu, sambil menunggu keputusan mitra pengelola, TMII dikelola oleh tim transisi bentukan pemerintah pusat. 

Pada kesempatan yang sama, Moeldoko juga menyebutkan bahwa TMII di bawah pengelolaan Yayasan Harapan Kita mengalami kerugian Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar setiap tahunnya. 

"Perlu saya sampaikan sampai saat ini kondisi TMII dalam pengelolaannya mengalami kerugian dari waktu ke waktu. Itu jadi pertimbangan. Kasihan Yayasan Harapan Kita nombokin terus dari waktu ke waktu," kata Moeldoko.

Dengan kerugian yang dialami, otomatis TMII juga tidak menyumbang kontribusi terhadap keuangan negara. Berdasarkan kondisi ini, ujar Moeldoko, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno meminta Fakultas Hukum UGM dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan asesmen terhadap pengelolaan TMII. 

Setidaknya ada sejumlah rekomendasi yang didapat dari asesmen tadi. Salah satunya, perlunya pengelolaan oleh swasta atau kerja sama pemerintah dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU). BPKP, sebut Moeldoko, yang suah melakukan audit terhadap pengelolaan TMII juga meminta Kemensesneg turun tangan dalam perbaikan manajemen ke depan. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini