A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Temporary failure in name resolution

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 109
Function: DB

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 65
Function: initialize

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 55
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 60
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Controller.php
Line: 4
Function: require

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Modules.php
Line: 123
Function: include_once

File: /var/www/html/we_online_m/application/modules/page/controllers/Article.php
Line: 4
Function: spl_autoload_call

File: /var/www/html/we_online_m/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): (HY000/2002): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Temporary failure in name resolution

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 109
Function: DB

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 65
Function: initialize

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 55
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 60
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Controller.php
Line: 4
Function: require

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Modules.php
Line: 123
Function: include_once

File: /var/www/html/we_online_m/application/modules/page/controllers/Article.php
Line: 4
Function: spl_autoload_call

File: /var/www/html/we_online_m/index.php
Line: 315
Function: require_once

Ngeri Eskalasi Menanjak, NATO Waspadai Invasi Rusia ke Ukraina

Ngeri Eskalasi Menanjak, NATO Waspadai Invasi Rusia ke Ukraina

Ngeri Eskalasi Menanjak, NATO Waspadai Invasi Rusia ke Ukraina Kredit Foto: Rawpixel

Sejak 2019 Rusia dikabarkan giat menumpuk pasukan di perbatasan ke Ukraina. Namun eskalasi sejak pekan lalu mendorong Pakta Pertahanan Atlantik Utara menyuarakan sikap.

"NATO akan terus mendukung keutuhan teritorial dan kedaulatan Ukraina,” tutur seorang juru bicara NATO kepada harian Jerman, Welt. "Kami tetap waspada dan memantau situasinya dengan seksama,” imbuhnya.

Baca Juga: Saingi NATO, Rusia Gak Tertarik Dirikan Blok Timur dengan China karena...

Langkah Rusia itu menyiratkan adanya keinginan mengakhiri kesepakatangencatan senjata yang berlaku sejak pertengahan 2020 lalu.

Awal April silam, NATO mengundang 30 duta besarnya untuk membahas situasi keamanan teranyar di kawasan Laut Hitam. "Aliansi mengkhawatirkan aktivitas militer besar-besaran oleh Rusia di dalam dan sekitar Ukraina”, kata sang juru bicara NATO menambahkan.

Status bahaya level tertinggi

Penumpukan tentara Rusia baru-baru ini mendorong Komando Eropa militer AS untuk menaikkan status bahaya ke level tertinggi.

Pada 26 Maret silam, empat serdadu Ukraina tewas akibat tembakan senjata artileri Rusia ke kawasan timur Ukraina. Sepanjang tahun ini, sudah sebanyak 19 tentara Ukraina yang tewas dalam serangan Rusia.

Pada Jumat (9/4/2021), Presiden AS Joe Biden, mengomentari mobilisasi militer Rusia dengan mendeklarasikan dukungan terhadap Ukraina. Utusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell langsung mengontak Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba dan menjanjikan "dukungan kokoh UE untuk kedaulatan dan keutuhan teritorial Ukraina.”

Sementara Jerman dan Prancis yang sedang menggodok jalan keluar damai dari konflik Ukraina juga menyuarakan hal serupa.

Agresi seputar perkembangan politik

Eskalasi konflik di timur Ukraina berawal ketika Rusia bereaksi agresif terhadap kemenangan Volodymyr Zelenskyy dalam pemilu April 2019. Hanya beberapa hari kemudian, Moskow mengumumkan program satu juta paspor bagi penduduk Ukraina Timur di wilayah Donbas yang dikuasai pemberontak pro-Rusia.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini