Ketar-ketir Muncul Lagi, Ketakutan AS Gabung Kembali dengan Perjanjian Open Skies Terkuak

Ketar-ketir Muncul Lagi, Ketakutan AS Gabung Kembali dengan Perjanjian Open Skies Terkuak Kredit Foto: Antara/REUTERS/Kevin Lamarque

Dia melanjutkan, mengatakan bahwa AS harus menanggapi dugaan pelanggaran Rusia bukan dengan menarik diri dari perjanjian, tetapi dengan berusaha menyelesaikannya melalui implementasi perjanjian dan mekanisme sengketa.

Keberatan utama AS adalah penolakan Rusia atas penerbangan spesifik tertentu di atas Kaliningrad Oblast serta di atas wilayah yang berbatasan dengan Abkhazia dan Ossetia Selatan. Namun, Rusia mengatakan keputusan Kaliningrad berada dalam batasan perjanjian karena menyangkut keamanan wilayah udara.

Sedangkan Abkhazia dan Ossetia Selatan adalah negara bagian yang memisahkan diri dari Georgia yang diakui oleh Rusia tetapi tidak oleh AS, yang menimbulkan perselisihan tentang apakah keduanya merupakan perbatasan internasional atau tidak.

Setelah AS mengumumkan penarikannya, Sergei Ryzhkov, kepala Pusat Nasional Pengurangan Bahaya Nuklir Kementerian Pertahanan Rusia, menyebut alasan Amerika sebagai "dalih" untuk menolak akses Rusia ke wilayah udara AS dan karena keinginan Amerika untuk mengontrol semua ruang (sistem komunikasi, navigasi, pengendalian puing-puing ruang angkasa, penginderaan jauh Bumi, dll.), dan mendapatkan keuntungan besar dari hal ini di masa depan dengan menjual bahan yang relevan".

Pada hari Selasa, Angkatan Udara AS mengumumkan keputusannya untuk menghapus pesawat OC-135 Open Skies yang sudah tua yang secara khusus dibangun agar sesuai dengan batasan perjanjian, tanpa menggantinya. Pesawat khusus Rusia sendiri, Tu-214ON, yang mulai beroperasi pada 2019, telah digunakan kembali untuk tugas pengintaian lainnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini