Untuk Pertama Kalinya Raja Abdullah II Buka Suara Soal Ribut-ribut Kerajaan Yordania

Untuk Pertama Kalinya Raja Abdullah II Buka Suara Soal Ribut-ribut Kerajaan Yordania Kredit Foto: Getty Images/Max Mumby/Indigo

Yordania telah bergulat dengan krisis ekonomi yang diperburuk oleh pandemi virus Corona. Isu korupsi dan kesalahan dalam tata kelola negara telah memicu protes yang tersebar  di sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, lanskap strategis kawasan itu bergeser ketika negara-negara Teluk yang kuat mengejar hubungan yang lebih dekat dengan Israel. Hal ini berpotensi merusak peran Yordania dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Seorang ahli di Dewan Atlantik, Tuqa Nasirat mengatakan, perselisihan Pangeran Hamzah dengan kerajaan menunjukkan bahwa kerajaan tidak dapat lagi menggunakan kedudukan internasionalnya sebagai mediator dalam konflik regional, dan benteng keamanan bagi Barat. 

“Perselisihan dengan Pangeran Hamzah menunjukkan bahwa kerajaan tidak dapat lagi menggunakan kedudukan internasionalnya sebagai mediator dalam konflik regional dan benteng keamanan bagi Barat tanpa mengatasi tantangan ekonomi dan politik yang berkembang di dalam negeri,” ujar Nasirat.

"Warga Yordania secara konsisten mengungkapkan keprihatinan atas arah negara, termasuk memprotes secara terbuka," kata Nasirat menambahkan.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini