Untuk Pertama Kalinya Raja Abdullah II Buka Suara Soal Ribut-ribut Kerajaan Yordania

Untuk Pertama Kalinya Raja Abdullah II Buka Suara Soal Ribut-ribut Kerajaan Yordania Kredit Foto: Getty Images/Max Mumby/Indigo

Dukungan untuk Abdullah

Negara-negara Arab dan Amerika Serikat (AS) dengan cepat menyatakan dukungannya kepada Raja Abdullah II. Pada Rabu (6/4/2021), Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Raja Abdullah II dan membahas hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.

“Saya sebenarnya menelponnya (Raja Abdullah) untuk memberitahunya bahwa dia punya teman di Amerika," kata Biden.

Namun, dukungan internasional tidak banyak membantu menutupi masalah domestik yang dihadapi Amman. Keberadaan Pangeran Hamzah tidak diketahui dan tidak ada tanda bahwa pihak berwenang telah membebaskan 18 tahanan lainnya, termasuk anggota salah satu suku kuat yang secara historis mendukung monarki.

Sementara itu, pihak berwenang telah memberlakukan perintah bungkam atas pelaporan dugaan rencana Pangeran Hamzah untuk mengacaukan negara. Perintah ini dikeluarkan sebagai tanda sensitivitas terkait bagaimana perselisihan itu dipersepsikan.

Penyedia internet utama mati selama beberapa jam pada Rabu dan penduduk di ibu kota, Amman, melaporkan melihat pesawat militer dan helikopter melintas semalam.

"Orang-orang tidak yakin apa yang terjadi pada mereka," kata seorang penduduk berusia 28 tahun melalui saluran internet yang aman, berbicara dengan syarat anonim karena perintah bungkam media.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini