Ditangkap KPK, Ini Gurita Bisnis Energi Samin Tan

Ditangkap KPK, Ini Gurita Bisnis Energi Samin Tan Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kasus dugaan korupsi pengurusan izin tambang batu bara, Samin Tan. Untuk diketahui, Samin Tan ternyata memiliki sejumlah bisnis di bidang energi.

Samin Tan merupakan pemilik perusahaan batu bara, PT Borneo Lumbung Energi & Metal, di mana lewat bisnis batu bara tersebut Samin mulai memupuk pundi-pundi kekayaan.

Baca Juga: Profil Samin Tan, Crazy Rich Indonesia yang Berhasil Ditangkap KPK

Setidaknya, terdapat tiga anak usaha Borneo Lumbung Energi & Metal, yakni PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), PT Borneo Mining Services yang bergerak di bidang penyewaan alat berat, dan Borneo Bumi Energy & Metal Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Adapun entitas pengendali utama Borneo Lumbung Energi & Metal adalah PT Republik Energi & Metal (REM) dengan memegang 59,90% saham.

Perusahaan tambang Samin Tan diperkirakan memiliki cadangan batu bara sebanyak 69,2 juta ton. Tingkat produksi tambangnya terus meningkat hingga membuat perusahaannya disegani di dalam negeri.

Samin Tan juga sempat menduduki berbagai jabatan di korporat, seperti Chairman di Bumi Plc pada 26 Mei 2012. Bumi Plc menguasai 28% saham perusahaan batu bara milik Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Tak hanya itu, dia juga didaulat menjadi Direktur Utama PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) sejak 3 Mei 2012 yang juga merupakan anak usaha BUMI. Samin Tan juga menjabat Komisaris Utama di PT BUMI Tbk per 21 Mei 2012, menggeser posisi Bambang Suryo Sulito yang merupakan Ketua Umum Kadin.

Di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang juga anak usaha Bumi Plc, dia juga menjabat sebagai komisaris. Lalu, Samin Tan menduduki posisi komisaris di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sejak 2004.

Selain itu, Samin juga pernah menjadi crazy rich Indonesia versi majalah ekonomi Amerika Serikat (AS), Forbes 2011 lalu. Sematan itu seiring dengan jumla kekayaannya yang mencapai 940 juta dolar atau setara dengan Rp13,624 triliun (kurs Rp14,537 per dolar AS).

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini