Segmen Bisnis Konstruksi Tetap Profitable, Waskita Optimis Pulihkan Kinerja di 2021

Segmen Bisnis Konstruksi Tetap Profitable, Waskita Optimis Pulihkan Kinerja di 2021 Kredit Foto: Waskita

Meski secara konsolidasi mencatatkan rugi bersih, namun segmen bisnis jasa konstruksi Waskita masih profitable biarpun diterpa Pandemi.

Segmen bisnis jasa konstruksi tercatat menyumbang 90% dari total pendapatan Waskita di 2020. Segmen tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,5 Triliun dengan keuntungan bruto sebesar Rp1,17 Triliun atau rata-rata margin laba bruto sebesar 8%.

“Pada lini bisnis konstruksi yang menjadi core compentecy, Waskita masih sangat kuat,” terang Destiawan. “Ditambah dengan transformasi yang sedang kami lakukan, kedepan kami yakin kami akan jadi lebih efisien sehingga keunggulan kompetitif kami juga meningkat,” sambung Destiawan.

Destiawan pun menjelaskan bahwa bisnis konstruksi Waskita akan dapat menjadi katalis turnaround kinerja Waskita. Keyakinan ini didasari oleh beberapa faktor seperti perolehan nilai kontrak baru, lini bisnis Waskita yang terintegrasi, dan transformasi digital yang telah dinisiasi oleh Waskita.

Pada tahun 2020, Waskita mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp27 Triliun. Pencapaian itu merupakan yang tertinggi dibandingkan emiten BUMN konstruksi lainnya.

Waskita juga mencatatkan kenaikan tingkat kemenangan tender menjadi 35% di tahun 2020, dibandingkan 34% pada 2019. “Kepercayaan dari pemilik proyek, baik Pemerintah, BUMN, dan Swasta menunjukan bahwa Waskita masih sangat kompetitif di industri konstruksi,” ucap Destiawan.

Ke depan, Waskita akan terus memperkuat pangsa pasarnya di proyek-proyek infrastruktur. “Potensi pengembangan infrastruktur di Indonesia masih sangat besar, bukan hanya proyek jalan tol tapi juga proyek-proyek lain seperti pembangunan infrastruktur sumber daya air dan pembangkit listrik,” kata Destiawan. “Waskita juga unggul dan kaya pengalaman pada jenis-jenis proyek tersebut,,” lanjutnya.

Bukan hanya jasa konstruksi, lini bisnis manufaktur material konstruksi yang dimiliki oleh Waskita juga dapat mendukung pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur kedepannya.

Waskita memiliki manufaktur beton pracetak dan readymix yang dikelola oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). WSBP memiliki pabrik yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dengan total kapasitas produksi sebesar 3,7 juta metric ton per tahun.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini