KKP Berdayakan Wanita Nelayan Melalui Diversifikasi Usaha

KKP Berdayakan Wanita Nelayan Melalui Diversifikasi Usaha Kredit Foto: Dok. KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan keadilan dan kesetaraan gender bagi masyarakat kelautan dan perikanan dengan arah kebijakan pengarusutamaan gender (PUG). Salah satu langkahnya dengan kegiatan diversifikasi usaha nelayan yang melibatkan peran wanita nelayan

Kegiatan itu dilakukan KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) yang berkolaborasi untuk memberdayakan dan meningkatkan kompetensi wanita nelayan di desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung. Baca Juga: Kementan: Peluang Ekspor Beras ke Mancanegara di Depan Mata!

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini menjelaskan para istri nelayan diberikan pembekalan untuk berkreasi, berinovasi dan mengembangkan potensi alam Desa Suak Gual. Tujuannya untuk menghasilkan nilai tambah yang mendukung perekonomian keluarga nelayan. Baca Juga: Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara, KKP Mudahkan Nelayan Menangkap Ikan

"Program ini merupakan salah satu prioritas KKP untuk memajukan masyarakat kelautan dan perikanan termasuk di dalamnya wanita nelayan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kebijakan KKP yang berasaskan PUG," terangnya. 

Kegiatan diversifikasi usaha nelayan yang dilakukan yaitu pembuatan olahan produk perikanan berupa bakso dan abon ikan dengan pengemasan yang baik. Kegiatan ini didukung pula oleh BNI yang memberikan bantuan peralatan olahan ikan, sealer vacuum untuk pengemasan, chest freezer dan etalase kaca kepada 50 wanita nelayan. 

Tak hanya olahan ikan, para istri nelayan juga diberikan pelatihan kreasi kulit kerang dan drift wood yang disulap menjadi produk kerajinan berupa bingkai foto, gantungan kunci, gelang dan hiasan lainnya. Produk ini dapat menjadi souvenir khas Desa Suak Gual yang dapat dipasarkan kepada wisatawan. 

Direktur Perizinan dan Kenelayanan Ridwan Mulyana menambahkan, kegiatan diversifikasi usaha nelayan juga didukung PT. XL Axiata yang memberikan literasi digital. Perkembangan teknologi menjadi salah satu peluang usaha melalui digitalisasi pemasaran produk usaha wanita nelayan. Selain itu juga didukung PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) untuk mempermudah pengiriman produk perikanan di Desa Selat Gual. 

"Kita juga siapkan fasilitasi pendanaan usaha nelayan dengan menggandeng Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dan perbankan. Sepanjang 2021 tercatat penyaluran kredit untuk nelayan Desa Suak Gual mencapai Rp650 juta dari 15 debitur. Kita gandeng juga BNI untuk berikan layanan Agen BNI 46," imbuhnya. 

Perkuat Kelembagaan Nelayan

Sementara itu, penguatan kelembagaan nelayan terus dilakukan KKP bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Tujuannya untuk mewujudkan bisnis perikanan tangkap yang maju dan berdaya saing melalui kelompok usaha bersama (KUB). 

Langkah ini ditempuh KKP untuk mendukung program kampung nelayan maju yang menjadi salah satu prioritas kerja Menteri Trenggono. Jum'at (26/3/2021), Desa Suak Gual Kabupaten Belitung telah diresmikan dan menjadi percontohan kampung nelayan maju dari 25 lokasi yang direncanakan. 

Untuk mewujudkan bisnis perikanan tangkap di lokasi kampung nelayan maju,  KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap menggelar bimbingan teknis kelembagaan nelayan yang melibatkan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, nelayan setempat dan para penyuluh perikanan. 

Menurut  Ridwan kelembagaan nelayan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Banyak kelompok usaha nelayan dadakan yang hanya dibentuk untuk tujuan mendapatkan bantuan pemerintah, setelah itu bubar. 

"Melalui bimbingan teknis ini, kelembagaan nelayan akan diperkuat bisa melalui kelompok usaha nelayan dan koperasi nelayan yang terus berkelanjutan. Sehingga muncul perekonomian yang dapat menyejahterakan para anggotanya," jelasnya. 

Lebih lanjut ia berharap, apabila KUB nelayan ini sudah semakin kuat, kedepannya akan didorong menjadi koperasi nelayan. Hadirnya Kementerian Koperasi dan UKM menjadi sinergi untuk menciptakan kemandirian nelayan. 

Di kesempatan yang sama Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM Christina Agustin mengatakan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan KKP untuk memajukan sektor perikanan melalui kelembagaan nelayan. 

"Kita akan dorong para nelayan baik yang belum maupun sudah memiliki KUB untuk terus meningkatkan usahanya. Syukur kalau dapat ditingkatkan menjadi koperasi agar anggotanya semakin sejahtera. Dengan memiliki inovasi dan daya saing, nelayan akan tangguh sehingga mereka akan bangga menjadi nelayan," ujarnya. 

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini