Kendala Vaksinasi: 25% Warga Tidak Percaya dan Kurangnya Infrastruktur

Kendala Vaksinasi: 25% Warga Tidak Percaya dan Kurangnya Infrastruktur Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkini menunjukkan, saat ini hanya sekitar 64% warga Indonesia yang percaya dan sangat percaya bahwa vaksin anti-Covid-19 yang disediakan pemerintah aman bagi kesehatan penggunanya.

Yang tidak percaya mencapai 25%, dan yang tak punya sikap 11%.

Baca Juga: Jabar Percepat Vaksinasi Covid-19, Jadi 50 Ribu Per Hari

"Ini adalah temuan yang perlu mendapat perhatian serius," ujar Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, pada acara "Satu Tahun COVID-19: Sikap dan Perilaku Warga terhadap Vaksin" yang disiarkan secara daring, Selasa (23/3/2021).

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021–8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07%.

"Mereka yang tidak percaya vaksin aman bagi kesehatan penerima sangat mungkin tidak akan bersedia memperoleh vaksin," ujar Deni. "Padahal, angka 64% itu belum mencapai batas bawah herd immunity yang seharusnya 70% agar penghentian penyebaran virus corona dapat berlangsung secara efektif," lanjutnya.

Sementara, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander K. Ginting, mengatakan bahwa memang proses vaksinasi sendiri mengalami kendala.

"Yang menjadi persoalan kecepatan untuk satu juta per hari ini masih terhambat di infrastruktur, terhambat di vaksinator, tapi bukan berarti pemerintah lalai," katanya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini