Wah Gerak Saham Tidak Wajar Terjadi di Perusahaan Adik Djoko Tjandra Hingga yang Perusahaan Baru IPO

Wah Gerak Saham Tidak Wajar Terjadi di Perusahaan Adik Djoko Tjandra Hingga yang Perusahaan Baru IPO Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Munculnya indikasi pola transaksi yang tidak wajar terjadi pada tiga perusahaan yang tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni, PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).

Tak tinggal diam, Bursa pun langsung melakukan memantau pergerakan tiga saham tersebut karena terjadi peningkatan harga saham dan aktivitas efek di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dalam keterbukaan informasi, di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga: Kekeuh Mau Hapus Kode Broker, Bursa Tak Segan Kehilangan Investor

Lidia pun meminta kepada para investor untuk memperhatikan jawaban ketiga emiten atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan pemegang saham.

"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi," tutup Lidia.

Baca Juga: Wadidaw! Indo Premier Sekuritas Dapat Teguran Tertulis dari Bursa, Ternyata Gara-Gara....

Sebagai informasi, PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) ini dikuasai oleh Eka Tjandranegara yang merupakan adik Djoko Tjandra. MLIA yang merupakan bagian dari Grup Mulia ini merupakan produsen keramik. Dalam kurun waaktu satu pekan ini harga saham MLIA anjlok 1,52%, sementara pada tiga bulan terakhir melonjak 28,71%. 

Adapun, PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS) merupakan perusahaan milik SCG Building Materials perusahaan di industri bahan bangunan di Thailand, yang memegang 96,31% saham dan sisanya 1,93% dimiliki PT Mitra Investindo. Pergerkan saham KIAS yang melesat 70% hanya dalam waktu satu pekan membuat Bursa memantaunya. 

Sementara, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), perusahaan di bidang industri pendukung infrastruktur yang memproduksi beton readymix dan precast ini menjadi pendatang baru di Bursa. Namun, saham meroket 224,18% dalam sepekan atau sejak masuk ke Bursa. 

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini