Anies Baswedan Ogah Semena-Mena Jual Perusahaan Miras, Saham Delta Djakarta Laku Keras!

Anies Baswedan Ogah Semena-Mena Jual Perusahaan Miras, Saham Delta Djakarta Laku Keras! Kredit Foto: Unsplash/rawpixel

Polemik penjualan saham perusahaan miras, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), menyitas perhatian publik belakangan ini. Menjadi bagian dari janji kampanye Anies Baswedan, rencana Pemda DKI untuk melepas kepemilikan saham dalam Delta Djakarta tak kunjung terealisasi. 

Di tengah pro dan kontra yang ada, Anies selaku Gubernur DKI Jakarta sejatinya memiliki hak diskresi untuk memutuskan apakah akan melakukan divestasi kepemilikan saham Delta atau tidak. Kendati begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menegaskan bahwa Anies Baswedan tak berencana untuk menggunakan hak diskresi tersebut.  Baca Juga: Semua Ada di Tangan Anies! Jual Saham Perusahaan Bir, Rezeki Nomplok Rp800 Miliar di Depan Mata!

Pasalnya, tegas Riza, setiap keputusan yang berkaitan dengan divestasi saham Delta Djakarta akan diambil secara bersama-sama, antara eksekutif dan legislatif. Itu artinya, baik Anies maupun Pemda DKI masih akan menunggu jawaban dari DPRD DKI atas proses pengajuan diskusi rencana penjualan saham tersebut. Baca Juga: Saham Astra Ngamuk 5 Hari Berturut-Turut, Lo Kheng Hong Effect atau Justru.....

"Semua keputusan yang menjadi kewenangan eksekutif dan legislatif selalu kita ambil bersama. Kita tidak pernah mengambil diskresi-diskresi," pungkas Riza pada Rabu, 18 Maret 2021. 

Dalam kesempatan yang berbeda, Riza menyatakan bahwa ada banyak pihak yang mengantre dan berminat untuk membeli saham Delta Djakarta dari Pemda DKI. Meskipun banyak peminat, katanya lagi, Pemda DKI tidak bisa semena-mena melepas saham Delta Djakarta tanpa ada persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

"Bayak sebetulnya yang mengantre ingin beli (saham Delta Djakarta)," ungkapnya di Balai Kota, Kamis, 18 Maret 2021.

Sebagai informasi, jelang penutupan pasar sesi kedua, saham Delta Djakarta masih perkasa di zona merah. Kini, saham bersandi DLTA terapresiasi 0,53% ke level Rp3.800 per saham.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini