Karena Alasan Ini, Uni Eropa Bidik Jawa Tengah Lewat I-EU CEPA

Karena Alasan Ini, Uni Eropa Bidik Jawa Tengah Lewat I-EU CEPA Kredit Foto: Istimewa

Delegasi Uni Eropa mengatakan bahwa Eropa akan memanfaatkan dan memaksimalkan fungsi Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (I-EU-CEPA) di Jawa Tengah. Rencana itu diutarakan langsung Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, pada Selasa (9/3/2021).

"Uni Eropa sangat mendukung Indonesia dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi, khususnya di Jawa Tengah. Provinsi ini memiliki potensi yang belum tergali untuk perdagangan dan investasi yang lebih besar dengan Eropa," kata Vincent Piket, dalam webinar yang bertajuk "Uni Eropa kunjungi Semarang lewat virtual roadshow, EU – Indonesia Trade Investment Meeting".

Baca Juga: Uni Eropa Dorong Potensi Dagang dan Investasi Indonesia Lewat I-EU CEPA

Di tahun 2021, Piket memaparkan bahwa Uni Eropa akan terlebih dulu membantu Indonesia memulihkan ekonomi pasca-Covid-19. Pasalnya di tahun lalu, Uni Eropa kehilangan potensi 10 persen di Indonesia. Dengan begitu, sejumlah target yang akan dicapai sesegera mungkin bisa tercapai.

Ada sejumlah harapan, lanjut Piket, yang Uni Eropa ingin bawa ke Jawa Tengah. Pertama, karena potensi Jawa Tengah masih sangat baik, Eropa ingin menawarkan investasi energi termasuk energi baru terbarukan. Lantas kemudian akan ditawarkan pula program ekonomi hijau dan terkait finansial.

Hal senada diutarakan oleh Ratna Kawuri, selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Jawa Tengah, sekaligus mewakili Gubernur Jawa Tengah. Ratna menyebut Jawa Tengah masih seksi untuk investasi, dan mencari investasi berkualitas, juga keberpihakan pada UMM dan ekonomi rakyat.

"Semarang dan Jawa Tengah khususnya masih seksi untuk investasi para investor. Juga untuk sinergi dengan sektor investasi berkualitas yang bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM)," katanya.

Dari harapan itu, barulah Jawa Tengah bisa memasuki IEU CEPA. SOalnya, kesepakatan antarnegara itu membawa Indonesia meningkatkan nilai ekspornya hingga 18,8 persen.

Yang terakhir, Piket berharap IEU CEPA benar-benar bisa membuka batas antarkontinen, lebih menciptakan regulasi perdagangan dan investasi yang baik. Yang tak kalah penting adalah IEU CEPA menciptakan perspektif baru dengan mitra kira-kira dalam waktu 2030-2040.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini