Libur Isra Mi'raj, Kemenkes Imbau Waspadai Virus B117 dengan Batasi Mobilitas

Libur Isra Mi'raj, Kemenkes Imbau Waspadai Virus B117 dengan Batasi Mobilitas Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Umat Islam di Indonesia akan menjalani libur Isra Miraj pada Kamis (11/3) besok. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar membatasi mobilitas dan menghindari keramaian sebagai upaya mewaspadai penularan Covid-19, termasuk varian baru virus ini, yaitu B117, yang telah memasuki Tanah Air.

"Kita akan libur dalam rangka Isra Miraj pada Kamis besok. Dengan tambahan kasus B117 di Indonesia, tentunya kami harap masyarakat semakin waspada," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat memberikan pernyataan resmi virtual Kemenkes bertema Penjelasan Kemenkes Terkait Mutasi Covid-19, Senin (8/3) sore.

Baca Juga: Penemuan Mutasi Virus COVID-19 Berkat Upaya Penguatan 3T Pemerintah

Nadia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Masyarakat diharapkan semakin disiplin menerapkan 3M dan jangan kendor. Kemudian mengurangi atau membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan saat libur," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi penularan kasus varian baru Covid-19 asal Inggris, yaitu B117, di Indonesia bertambah. Sedikitnya kasus B117 naik menjadi empat hingga Senin (8/3) sore.

Hingga 1 Maret 2021, Nadia mengatakan, Kemenkes mencatat dua kasus positif B117 di Indonesia. "Saat ini jumlah kasus B117 yang sudah ditemukan bertambah empat kasus. Ini didapatkan dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) bersama dengan 15 laboratorium lainnya di Indonesia yang juga melakukan pemeriksaan WGS," ujarnya.

Ia mengatakan, empat kasus B117 ini ditemukan di empat provinsi yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini