Air Sampai Masuk Kantor Gubernur, Banjir Ganjar Ternyata Lebih Parah dari Banjir Anies

Air Sampai Masuk Kantor Gubernur, Banjir Ganjar Ternyata Lebih Parah dari Banjir Anies Kredit Foto: Antara/Fm/Arisanto

Saat berada di kawasan Puri Anjarmoro, Ganjar memperhatikan sejumlah ruko yang tampak masih tergenang banjir. Kemudian ia menuju ke arah Semarang Indah dan melihat Rumah Pompa Madukoro serta menyempatkan berbincang dengan petugas rumah pompa.

Tak hanya berkeliling di dunia nyata, Ganjar juga nonggol di dunia maya. Maklum, gara-gara banjir ini Ganjar jadi sasaran kritik pegiat dunia maya. Berbagai cuitan yang memention namanya, dibalas satu-persatu oleh Ganjar.

Yang menarik perhatian, saat Ganjar menganggap dirinya orang yang paling bersalah akibat banjir yang terjadi. Cuitan itu dibuat Ganjar untuk mambalas komentar seorang warganet.

Awalnya, akun @aditya180204 mengomentari video unggahan Ganjar yang memperlihatkan Stasiun Pompa Kalibaru, Semarang. Dia bilang, kalau mau Ganjar Pranowo menyalahkan walikota. “Lalu salahkan air kiriman dari Ungaran,” kicaunya. Empat menit beselang, Ganjar merespons kicauan itu. “Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik,” jawab @ganjarpranowo.

Kritikan terhadap Ganjar memang tak separah Anies saat Jakarta dilanda banjir. Sejumlah selebtwit yang begitu lantang mengiritik Anies, terpantau adem saat menanggapi banjir Semarang. Politisi PSI Tsamara Amany malah memuji Ganjar. “Saya apresiasi sikap jiwa besar mengakui kesalahan seperti yang dilakukan Pak Gub Jateng,” kicau @tsamaraDKI.

Plt Ketum PSI Giring Nidji juga jadi sasaran nyinyiran netizen. Maklum, sebelumnya mantan vokalis Nidji yang mau nyapres ini begitu pedas mengritik Anies. Sampai tadi malam, akun instagram Giring diserbu netizen. “Semarang masih banjir enggak kau nyinyirin Pak Ganjar?” tanya @gibraltarferdyaraka.

“Banjir sehari surut, nyinyirnya berbusa-busa. Semarang Jateng banjir berhari-hari belagak gagu,” semprot @DpartoSemiot. Sementara akun @luthfiilhamr mengulas komentar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang selalu mengomentari banjir. “Banjir Kalimantan salah curah hujan, banjir Semarang salah cuaca buruk, banjir Jakarta salah Pemprov,” ujarnya.

Zubairi Djoerban sampai geleng-geleng kepala melihat respons netizen terhadap banjir. Dia heran melihat banjir Semarang dan tempat lain yang jadi isunya justru poin-poin politik.

“Itu sering terjadi di balik bencana publik. Jangan-jangan, kita tak siap tangani apa pun yang tak melibatkan poin politik. Jadi, fokus penanganan bukan bencana alamnya, tapi bencana politiknya,” pungkas @profesorZubairi. 

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini