Transformasi Digital, Sinar Mas Agribusiness & Food Mampu Jaga Tingkat Produksi CPO

Transformasi Digital, Sinar Mas Agribusiness & Food Mampu Jaga Tingkat Produksi CPO Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

PT Sinar Mas Agribusiness and Food mengakui bahwa upaya percepatan teknologi dan transformasi digital membawa dampak positif terhadap tingkat produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) perusahaan tersebut.

Managing Director of Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Agus Purnomo, mengatakan bahwa inovasi dan transformasi digital yang dilakukan Sinar Mas Agribusiness and Food mampu menjaga tingkat produksi perusahaan terjaga di level 6 ton per hektare (ha).

Baca Juga: CPO di Pekan III Februari 2021: Masih Berseri

"Tingkat produksi perlahan, tapi pasti menunjukkan peningkatan di beberapa lokasi perkebunan sekalipun masih dalam situasi pandemi Covid-19," kata Agus dalam diskusi virtual, Selasa (23/2/2021).

Agus mengatakan, secara keseluruhan, transformasi digital juga membuat proses sertifikasi CPO perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan lancar tanpa harus turun ke lapangan. Alhasil, Sinar Mas Agribusiness and Food mampu menghemat biaya dan menjaga kinerja usahanya.

Tahun 2020 lalu, lanjut Agus, terdapat sekitar 1 juta ton CPO Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah tersertifikasi. Memasuki tahun ini, pihaknya menargetkan sekitar 1,2 juta ton CPO yang akan tersertifikasi.

"Selain didukung oleh teknologi, kami juga berharap cuaca lebih bersahabat di tahun ini karena sawit itu sangat erat hubungannya dengan curah hujan," katanya.

Seperti diketahui, terdapat beberapa inovasi teknologi yang diterapkan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food selama masa pandemi Covid-19. Di antaranya, penerapan GAR Sustainability Information System (GSIS); SMART Remote Engagement, Assessment, and Conference from Home (Reach); dan Eye in the Sky atau mata langit.

Sinar Mas Agribusiness and Food sendiri mengelola kebun kelapa sawit seluas 498.000 hektare (ha) di Indonesia dan mengoperasikan 46 fasilitas pengolahan kelapa sawit. Produk hasil olahan perusahaan tersebut diekspor ke lebih dari 70 negara di seluruh dunia.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini