Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Lewat ATM Beras dan Lumbung Padi

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Lewat ATM Beras dan Lumbung Padi Kredit Foto: Dok. BPKH

Rumah Zakat bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH) menggulirkan program dan ATM Beras dan Lumbung pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kedua program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan makanan pokok berupa beras. CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan program ini sebagai upaya Rumah Zakat untuk menciptakan ketahanan pangan di Indonesia.  Baca Juga: Harga Beras dan Rokok Kretek Kerek Angka Kemiskinan RI

“Berdasarkan Indeks Keamanan Pangan Global pada tahun 2019 Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 113 negara. Harapannya melalui program ini dapat tercipta ketahanan pangan, keberdayaan masyarakat, dan menggerakkan ekonomi umat,” kata Nur kepada wartawan lewat video conference yang disiarkan langsung dari Cianjur dan Majalengka, Kamis (18/2/2021). Baca Juga: Waspada! 65 Persen Kasus Infeksi Covid-19 Berasal dari Kelompok Usia Ini...

Senada dengan, Kepala Badan Pelaksana BPKH RI Anggito Abimanyu mengatakan langkah ini guna mendukung program ekonomi umat dengan membantu instalasi mesin dan pengadaan penggilingan padi di Kabupaten Cianjur dan Majalengka.

"Semoga program ini memberi manfaat nyata dan ke depannya bisa menyasar daerah lain,"ujarnya

Melalui ATM Beras di Majalengka, setiap bulannya akan menyediakan beras untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat akan mendapatkan beras setelah melaksanakan shalat Shubuh di masjid dan mengikuti majelis taklim.

Sedang melalui program Lumbung Pangan di Cianjur tepatnya di Desa Berdaya Pamoyanan, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan fasilitas penggilingan padi dan membayarnya dengan beras hasil penggilingan. 

"Keuntungan pabrik tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,"katanya

Kedua program ini pun mampu memberdayakan 200 Penerima Manfaat dari 50 Kepala Keluarga. 

"Dengan adanya kedua program tersebut diharapkan ikut membantu meringankan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini,"ungkapnya

“Adanya program ini sangat bermanfaat bagi kami terutama dalam menyalurkan hasil pertanian,”kata Odang, salah seorang petani di Cianjur. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini