Lanjutan Program Monitoring, SKK Migas Temukan Titik Terang, Ternyata...

Lanjutan Program Monitoring, SKK Migas Temukan Titik Terang, Ternyata... Kredit Foto: Mochamad Ali Topan

PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field dan SKK Migas Jabanusa lakukan peninjauan langsung lokasi SDN 1 Lembung Paseser dan Coastal & Marine Biodiversity Reserve (CMBR) di Desa Lembung Paseser, Kabupaten Bangkalan.

Menurut Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas, Wahyu Dono dua lokasi itu sudah mendapatkan bantuan program CSR PT Pertamina EP Asset 4 dan harus dilakukan monitoring dan evaluasi program pengembangan masyarakat yang telah dilaksanakan di tahun 2020 lalu. Baca Juga: Kejar Target Produksi di Tengah Covid-19, SKK Migas Genjot Kinerja Sektor Hulu

“Ada tiga wilayah kerja PT Pertamina EP Asset 4 yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Gresik dan harus dilakukan monitoring,” terang Wahyu Dono pada Warta Ekonomi di Surabaya, Kamis (4/2/2021).

Lebih lanjut Wahyu Donoi menjelaskan, selain melihat langsung  kondisi bangunan yang direnovasi sekolah SDN 1 Lembung Paseser, pihaknya dan tim monev lainnya meninjau kawasan konservasi keanekaragaman hayati di pesisir dan laut. Program penanaman cemara laut sebanyak 1.000 pohon, pembangunan jembatan pemantauan mangrove sepanjang 350 meter, penerbitan buku avifauna lembung paseser, termasuk sosialisasi peraturan desa terkait pengelolaan kawasan pesisir dan laut melalui papan himbauan serta melibatkan masyarakat secara langsung yakni pembibitan 25.000 mangrove yang memberdayakan perempuan di desa tersebut dan budidaya lebah madu trigona yang dikelola oleh warga. Ini kata Wahyu Dono, diharapkan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Sementara itu Relation end Formalities Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, Intan Anindita Putri mengatakan, sebelumnya, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field dan SKK Migas Jabanusa telah melakukan kunjungan ke lokasi gerakan Jemur Wonosari sehat di Kecamatan Wonocolo, Surabaya yang telah telah membantu 15 unit jamban sehat kepada warga yang belum memiliki jamban pada tahun 2020 lalu.

“Kita akan mendampingi pengelolaan wisata dan pembangunan infrastrukturnya,” kata Intan.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini