Saham Farmasi Tiba-tiba Menggeliat, Hal Ini Dituduh Jadi Biang Keroknya

Saham Farmasi Tiba-tiba Menggeliat, Hal Ini Dituduh Jadi Biang Keroknya Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Saham-saham perusahaan farmasi kembali menggeliat pada perdagangan hari ini. Rencana kedatangan puluhan juta vaksin Covid-19 dari AstraZeneca melalui skema kerja sama multilateral GAVI Covax Facility dianggap menjadi angin segar bagi perusahaan farmasi.

Hal tersbeut disampaikan oleh Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (2/2/2021).“Sentimennya dari Vaksin AstraZenecca yang akan tiba di Indonesia,” ucap Nafan.

Melonjaknya saham perusahaan farmasi di pimpin oleh, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil melesat 250 poin atau 8,39% ke harga Rp3.230 per saham. Sayangnya, jika dilihat dalam kurun waktu sepekan terakhir harga saham KAEF masih melempem 16,54% dan 36,98% selama sebulan.

Baca Juga: Baru Tapakan Kaki, Harga Saham Perusahaan Milik Mantan Bos BUMN Melejit ke Harga Tertinggi

Saham PT Indofarma tbk (INAF) juga terangkat 140 poin atau 4,88% ke harga Rp3.010 per saham. Bernasib sama dengan Kimia Farma, saham INAF pun masih jauh lebih murah 19,09% dibandingkan pekan lalu dan 38,32% dari harga di awal Januari.

Sementara itu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meluncur 30 poin atau 2,01% ke Rp1.520 per saham. Dalam sepekan saham KLBF hanya jatuh 1,62% dan sebulan masih melejit 3,4%.

Baca Juga: Di Balik Tumbangnya Pasar Saham, Ada Investor yang Bawa Kabur Cuan Ratusan Miliar Rupiah!

Sebenanrnya, saham ketiga emiten farmasi tersebut sempat melompat tinggi, sayang aksi prfot taking membuat ketiga saham hanya mampu naik single digit.

“Saham farmasi tidak ditutup menguat signifikan mengingat terdapat aksi profit taking,” terang Nafan.

Ia pun mengungkapkan jika level support dan resistance KAEF berada di level 2.960 - 3.550, Indofarma 2.790 - 3.560 dan Kalbe Farma menguji posisi 1.580.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini