Awal 2021, Krakatau Steel Ekspor 31 Ribu Ton Baja ke Malaysia

Awal 2021, Krakatau Steel Ekspor 31 Ribu Ton Baja ke Malaysia Kredit Foto: Krakatau Steel

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan ekspor baja perdana untuk negara tujuan Malaysia, pada Senin, 1 Februari 2021. Total baja yang dikirim ke negara tersebut mencapai 31.766,18 ton.

Adapun pengiriman perdana berupa produk baja Hot Rolled Coil (HRC), Hot Rolled Plate (HRP), dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO) dilakukan melalui pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera, Cilegon, Banten.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: China Baowu Steel Group, Raksasa Baja Kedua di Tiongkok

"Pengiriman ekspor pada Januari 2021 ini meningkat menjadi 31.766,18 ton dibandingkan Januari 2020 yang hanya sebesar 830,97 ton. Sebuah awal yang baik untuk peningkatan kinerja penjualan di 2021," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/2/2021).

Selain Malaysia, di 2021 ini Krakatau Steel juga akan ekspor ke Australia dan ke negara-negara Eropa seperti Italia dan Spanyol. Masing-masing negara berbeda spesifikasi ekspornya. Silmy menuturkan, untuk Malaysia, Krakatau Steel mengekspor HRC, HRP, dan HRPO. Untuk Australia, perusahaan mengekspor HRP, sedangkan HRC diekspor untuk Italia dan Spanyol.

Mayoritas, produk Krakatau Steel ini digunakan untuk segmen General Structure dan Pipe & Tube di negara tujuannya.

"Manajemen Krakatau Steel telah memanfaatkan kondisi pandemi sebagai peluang untuk masuk ke pasar ekspor yang saat ini terbuka. Kesempatan ini disebabkan terjadinya masalah pada supply chain pasar baja dunia," tutur Silmy.

Sementara, sepanjang 2020, Krakatau Steel mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 128.341,9 ton atau sekitar 12 persen dari total volume penjualan 2020 yang sebesar 1.603.732 ton.

Di tahun 2021, diperkirakan Krakatau Steel akan dapat meningkatkan volume penjualan hingga 2.040.000 ton dengan target ekspor sebesar 155.000 ton atau meningkat 17,20 persen dibandingkan tahun 2020.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini