Naik Level, Korsel Terapkan Aturan Jaga Jarak Tertinggi Jelang Imlek

Naik Level, Korsel Terapkan Aturan Jaga Jarak Tertinggi Jelang Imlek Kredit Foto: Antara/REUTERS/Heo Ran

Pemerintah Korea Selatan memperpanjang aturan ketat jaga jarak selama dua pekan, hingga akhir masa libur Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 11 Februari mendatang. Restoran tetap tak boleh buka, selepas jam 9 malam. Begitu pula kumpul-kumpul lebih dari 4 orang. Masih haram.

Langkah ini ditempuh, untuk menekan laju penyebaran varian Covid baru di negara tersebut. Menyusul munculnya klaster Covid dari sekolah pelatihan misionaris di seluruh negeri, dengan 379 kasus baru, yang terdeteksi pada pekan lalu. Klaster baru itu membalikkan tren jumlah kasus harian, yang belakangan ini cenderung turun. 

Baca Juga: Demi Masa Depan Anak, Diplomat Korut Membelot ke Korsel

"Pemerintah memperpanjang aturan jaga jarak di level tertinggi, dan tetap menguatkan standar pencegahan virus, sampai libur Tahun Baru Imlek berakhir," kata Perdana Menteri Korea Chung Sye-kyun seperti dikutip Reuters, Minggu (30/1/2021).

"Gelombang tiga Covid yang sementara ini melambat, kembali mengancam kehidupan kita, menyusul kasus infeksi dari klaster misionaris," imbuhnya.

Chung menegaskan, lonjakan kasus positif Covid tersebut harus diredam semaksimal mungkin, untuk menjaga kampanye vaksinasi tetap berjalan lancar. Apalagi, pada Februari dan Maret 2021, sekolah-sekolah di Korea Selatan telah mulai menjalani semester musim semi. "Keputusan ini sangat tidak mudah," kata Chung.

Sebanyak 117 ribu dosis vaksin Pfizer yang diperkirakan cukup untuk 60 ribu orang, akan tiba di Korea Selatan pada pertengahan Februari 2021, lewat skema distribusi global COVAX.

Melalui COVAX pula, AstraZeneca akan mengirim vaksin Covid untuk 300 ribu orang mulai Februari 2021. Vaksin gelombang pertama, akan datang dalam jumlah 1,3 juta dosis, dan akan mencapai 2,19 juta dosis pada paruh pertama tahun ini.

Badan Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) menyebutkan, jumlah kasus baru di Negeri Ginseng pada Sabtu (30/1) tengah malam, mencapai 355 kasus.

Untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru ini turun di bawah angka 400, dalam lima hari terakhir. Namun, dengan jumlah pengetesan yang lebih sedikit, pada akhir pekan.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini