Dahsyat, Di Tengah Covid-19 Penjualan Insurtech Ini Melonjak Tiga Kali Lipat

Dahsyat, Di Tengah Covid-19 Penjualan Insurtech Ini Melonjak Tiga Kali Lipat Kredit Foto: Pitchbook

Igloo, perusahaan Insurtech Asia Tenggara, mengumumkan pertumbuhan bisnis yang positif dengan lebih dari 50 juta polis didistribusikan lewat platformnya sejak Maret 2019. Perusahaan juga mengalami peningkatan gross premium lebih dari tiga kali lipat sejak mereka berdiri.

Selain itu, Igloo juga menambahkan tiga mitra strategis sebagai hasil dari akselerasi digital dan lonjakan permintaan ecommerce dengan peningkatan pengguna digital sebesar 36 persen di Indonesia selama pandemi (menurut laporan eConomy SEA 2020).

Mitra-mitra baru tersebut adalah perusahaan ritel furnitur dan perabotan rumah Fabelio, perusahaan pengiriman on-demand dan sameday Lalamove, dan salah satu platform digital logistik terbesar di Indonesia Ritase, guna memperkuat posisi mereka di Indonesia.

Kemitraan ini menjadi penutupan tahun yang kuat bagi Igloo dengan total 10 kemitraan di Indonesia, dari 20+ di seluruh Asia Tenggara. Kemitraan dengan Fabelio, Lalamove dan Ritase akan memungkinkan Igloo memperluas keragaman penawaran produk khususnya selama lonjakan pembelian lewat e-commerce.

Baca Juga: Strategi Bisnis Insurtech Igloo: Galang Pendanaan Hingga Target Distribusi Polis 3X Lipat

Sebagai contoh, di tahun 2020, Fabelio, meningkatkan kapasitas penyimpanannya hingga 80 persen seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen dan mencatat transaksi penjualan online tertinggi pada kuartal ke-4. Sejak November 2020, untuk memastikan kenyamanan para konsumennya, produk garansi 2 tahun yang telah dimiliki Fabelio didukung oleh perlindungan asuransi Igloo hingga Rp 10 juta.

Pelanggan Ritase juga akan menikmati perlindungan asuransi transit hingga Rp 5 miliar. Pelanggan Lalamove sekarang bisa juga memilih perlindungan asuransi transit hingga Rp 100 juta dengan premi mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 30.000.

Chief Commercial Officer Igloo, Raunak Mehta mengungkapkan, 2020 merupakan tahun krusial di saat Igloo terus bekerja dengan mitra untuk mengembangkan asuransi gaya hidup yang sesuai dengan perubahan kebutuhan gaya hidup para pelanggan. 

"Kemitraan strategis kami dengan Fabelio, Lalamove, dan Ritase, tentunya akan mempercepat proses dalam membantu mengatasi kesenjangan asuransi di Indonesia. Kami terus melihat angka peningkatan pelanggan yang beralih ke digital, kami berharap dapat menawarkan mereka polis yang lancar dan mudah yang mendukung gaya hidup baru mereka," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Penawaran produk baru tersebut menambah daftar penawaran terpilih Igloo seperti proteksi elektronik, asuransi isi rumah, perpanjangan garansi, asuransi bencana, proteksi COVID-19, dan biaya rawat inap dengan tujuan menyediakan seluruh rangkaian produk asuransi yang relevan terhadap perubahan kebutuhan gaya hidup khususnya selama pandemi.

Penawaran-penawaran ini tak bisa terwujud tanpa kemitraan dengan kemitraan lain seperti asuransi COVID-19 yang didistribusikan lewat platform e-commerce Blibli dan Bhinneka di bulan Mei.  Perusahaan insurtech ini berharap muncul lebih banyak asuransi mikro yang fokus kepada e-commerce selama 2021 karena perubahan kebiasaan gaya hidup pelanggan selama pandemi.

Igloo menargetkan peningkatan angka polis hingga tiga kali lipat melalui platform mereka di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Perusahaan berencana untuk meluncurkan asuransi untuk penyakit tunggal, kendaraan, bisnis, keamanan internet, e-wallet, dan hewan peliharaan pada pertengahan tahun depan.

Untuk melakukan itu, Igloo sedang mencari lebih banyak peluang kemitraan dan talenta ketika mereka memperluas tim mereka untuk mendukung permintaan, termasuk kemitraan dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia pada awal 2021.

Country Manager Igloo Indonesia Pradityo Anggoro Kusumo, mengatakan, Indonesia memiliki tingkat literasi asuransi yang rendah di mana masyarakat melihat produk asuransi sebagai investasi yang mewah. Indonesia memiliki tingkat penetrasi asuransi sebesar 0,5 persen atau peringkat tiga besar dari negara-negara dengan tingkat asuransi terendah di dunia di angka US$14 miliar.

Di sisi lain, Asia Tenggara memiliki salah satu jumlah pengguna internet terbesar dan sedang tumbuh pesat dengan ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh 23 persen – dari 44 miliar dolar AS ke 124 miliar dolar AS dari saat ini hingga 2025.

"Dengan menawarkan asuransi mikro, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran tentang bagaimana asuransi bisa terjangkau dan mendukung aktivitas sehari-hari mereka. Kemitraan terbaru kami dengan ritel furnitur dan perabotan rumah online Fabelio dan perusahaan logistik seperti Lalamove dan Ritase adalah bukti evolusi asuransi saat ini," pungkasnya.

Adapun mitra Igloo saat ini mencakup layanan e-commerce, perjalanan, telekomunikasi dan finansial seperti Bukalapak, Shopee, RedDoorz, foodpanda, Bhinneka, UnionBank of the Philippines, Shippit, AIS, Viettel dan Mobifone untuk membantu mendistribusikan polis asuransi yang berbeda.

Di bidang asuransi, Igloo telah bekerja dengan sedikitnya sembilan pemain asuransi terkenal di seluruh wilayah seperti Allianz, Cigna, MSIG, PetroVietnam Insurance, dan Sompo.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini