Dukung Gerakan Wakaf Uang Nasional, Rumah Zakat Bidik Milenial

Dukung Gerakan Wakaf Uang Nasional, Rumah Zakat Bidik Milenial Kredit Foto: Rumah Zakat

Rumah Zakat mendukung upaya pemerintah dalam memasifkan Gerakan Nasional Wakaf Uang.  Salah satunya dengan meluncurkan waqf.id yakni sebuah platform yang memudahkan umat muslim menunaikan wakaf uang secara daring. 

"Kehadiran waqf.id diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatan kesadaran berwakaf, terutama bagi generasi muda,"kata CEO Rumah Zakat Nur Efendi kepada wartawan di Bandung, Senin (25/1/2021).

Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat, wakaf uang yang terkumpul sampai tahun 2020 mencapai Rp391 miliar. Padahal potensi wakaf per tahun mencapai Rp180 Triliun. Hal ini disebabkan oleh minimnya literasi, tata kelola, portofolio wakaf, hingga kemudahan cara berwakaf.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Bayar ZISWAF Kini Bisa di JNE

Padahal, wakaf uang memiliki peran penting yakni dapat digunakan untuk pengolahan aset wakaf untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, membantu UMKM, hingga mengurangi belanja pemerintah.

“Kami berharap waqf.id menjadi sarana yang memudahkan generasi muda dalam berwakaf secara online. Kami akan terus mengembangkan waqf.id  ini sehingga dapat menjadi platform yang semakin mudah penggunaannya dan juga terjamin transparansi penggunaan dana wakafnya,” tambah Nur Efendi.

Nur menyebutkan Dldengan waqf.id, umat muslim dapat membayar wakaf melalui beragam cara, antara lain transfer antar rekening, virtual account, kartu kredit, hingga, e-wallet. Selain itu di masyarakat pun dapat melihat laporan penggunaan dana wakaf di waqf.id.

Baca Juga: Rumah Zakat Sabet Penghargaan Lembaga Filantropi Terinovatif

Sejak dua tahun lalu, Rumah Zakat meluncurkan gerakan Gelombang Wakaf sebagai upaya mengedukasi masyarakat Indonesia. Caranya dengan melakukan roadshow Gelombang Wakaf di 28 kota 18 provinsi di Indonesia, serta merilis konten wakaf di sosial media, serta penerbitan buku 101 Tanya Wakaf.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini