5 Fakta Menarik di Balik Harbolnas 2020

5 Fakta Menarik di Balik Harbolnas 2020 Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

Pandemi atau tidak, belanja daring (online) tetap jalan. Karena itu, festival tahunan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pun tetap terlaksana pada akhir 2020.

Apa saja fakta-fakta penting di balik gelaran Harbolnas 2020? Barang apa yang paling laris di acara tahunan itu?

Mengutip hasil survei Jakpat yang berjudul Harbolnas 12.12, berikut ini fakta-fakta menarik di balik acara Harbolnas 2020?

Metode Riset

Mengambil sampel sejumlah 1.105 responden, survei itu berlangsung pada 14-16 Desember 2020; dengan teknik sampling probability dan margin of error di bawah 3%. Survei itu berlangsung melalui aplikasi Jakpat.

Responden terdiri atas 51,5% pria dan 48,5% wanita dari tingkat ekonomi berbeda, yakni: bawah (12,6%), menengah (25,2%), dan atas (62,2%).

Kisaran umur responden terbagi jadi 6, yaitu: 15-19 (17,5%), 20-24 (19,4%), 25-29 (16,8%), 30-30 (16%), 35-39 (18,2%), dan 40-44 (12,2%). 38,5% merupakan masyarakat urban, sedangkan 61,5% merupakan masyarakat area rural.

Fakta di Balik Harbolnas 2020

1. Iklan di TV masih berpengaruh

Survei menunjukkan, 7 dari 10 orang responden berbelanja di Harbolnas 2020. Media digital menjadi sumber informasi Harbolnas 2020. Akan tetapi, iklan di televisi berperan penting bagi konsumen generasi tua dan responden yang tinggal di area rural.

2. E-commerce terpopuler

Shopee milik SEA Group jadi situs belanja daring yang paling banyak diakses pada Harbolnas 2020. Jenis promosi yang menarik atensi responden ialah gratis ongkos kirim (ongkir).

3. Barang terlaris

Produk terlaris di Harbolnas 2020 adalah kategori fesyen dan aksesoris (53,6%); elektronik dan gawai (45,7%); peralatan kecantikan dan perawatan tubuh (36,9%); makanan dan bahan makanan (24,2%); kesehatan (23,1%), dan sebagainya.

4. Kepuasan konsumen

7 dari 10 responden itu mengakui merasa tak puas dengan pengalaman belanja daring karena tidak mendapat barang yang sudah mereka incar.

5. Sistem pembayaran

Dompet digital jadi salah satu sistem pembayaran yang paling disukai para responden. Sementara itu, konsumen muda dan dewasa di area rural lebih suka dengan sistem bayar COD (Cash on Delivery).

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini