Cuma 26 Bulan, Program PSR di Riau Akan Panen Perdana

Cuma 26 Bulan, Program PSR di Riau Akan Panen Perdana Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Bangkit Usaha Makmur (KUD-BUM) yang berlokasi di Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, pada akhir Februari 2021 ini akan melaksanakan panen perdana sawit dari program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahap-1 seluas 447 hektare.

Menariknya, penanaman di lahan tersebut telah dilakukan pada Desember 2018 lalu dan sudah siap dipanen kurang lebih dalam waktu 26 bulan. KUD-BUM merupakan mitra dari PT Rohul Sawit Industri (salah satu anak perusahaan Bumitama Gunajaya Agro/BGA Grup).

Baca Juga: Kelembagaan Petani Sawit Wujudkan Best Practices

Secara kemitraan, PT RSI melakukan pembelian buah sawit milik petani (off-taker) dan juga mendampingi petani terkait penerapan budi daya kelapa sawit yang baik yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP). Kendati demikian, petani tetap mengelola kebun sawitnya secara swa-kelola (mandiri).

Pelaksanaan program PSR yang diikuti KUD-BUM ini didukung dari pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). KUD-BUM telah berhasil melengkapi persyaratan pengajuan pendanaan program PSR untuk total lahan seluas 907 hektare yang beranggotakan 372 KK. Dengan luas lahan tersebut, BPDPKS menyetujui penyaluran dana program PSR kepada KUD-BUM sebesar Rp22,8 miliar.

Ketua KUD-BUM, Khoirum, menjelaskan bahwa program PSR yang diikuti tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah dilakukan di lahan rakyat seluas 857 hektare dengan nilai pendanaan sebesar Rp21,5 miliar. Sementara itu, tahap kedua dilaksanakan di lahan seluas 50 hektare dengan dukungan pendanaan sekitar Rp1,3 miliar.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit sawit unggul bersertifikat dalam program PSR tersebut, KUD-BUM difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Rokan Hulu yang dikelola Koperasi Bangkit Usaha dan dituangkan dalam bentuk Surat Perjanjian Kerjasama (SPK).

"Kami sangat bersyukur. Para petani yang mendapatkan bantuan dana replanting dari BPDP dan bantuan pendampingan dari PT RSI ini sebentar lagi akan melaksanakan panen perdana tahap ke-1," ujar Khoirum.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini