Jelang Pelantikan Biden, Toko Senapan Akui Alami Permintaan Senjata Gila-gilaan

Jelang Pelantikan Biden, Toko Senapan Akui Alami Permintaan Senjata Gila-gilaan Kredit Foto: Antara/REUTERS/Joshua Roberts

Pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berlangsung 20 Januari 2021. Ketika Amerika bersiap menghadapi kekacauan menjelang pelantikan Biden, toko senjata di seluruh negeri sudah tidak dapat memenuhi permintaan konsumen.

Bagi para pemilik toko, permintaan senjata yang gila-gilaan ini merupakan tren yang mengganggu.

Baca Juga: Wilayah Ring Satu AS Dikunci dari Orang-orang Jelang Pelantikan Joe Biden

Para pemilik toko di seluruh negeri mengatakan mereka tidak dapat memenuhi permintaan, di mana outlet-outlet sudah kehabisan amunisi dan senjata hampir habis.

Salah satu pemilik tokok mengatakan kepada media lokal di Texas bahwa dia mati-matian berusaha merekrut staf untuk memenuhi permintaan dan dengan muram memperkirakan situasi dapat berlanjut selama 24 bulan ke depan.

Pakar keamanan senjata Stephen Gutowski mem-posting gambar tanda di luar toko lokalnya di Virginia yang bertuliskan; "Pada dasarnya tidak ada amunisi yang tersedia".

Dia mengatakan masih ada antrean orang di luar toko dan di dalam tidak ada satu pun senapan pompa yang tersedia.

Ada laporan serupa yang muncul di seluruh negeri, di mana pertunjukan senjata di Iowa akhir pekan lalu melaporkan peningkatan besar dalam penjualan dari tahun-tahun sebelumnya.

Diperkirakan 3.500 orang menghadiri pertunjukan Davenport Gun & Knife, yang diadakan di Mississippi Valley Fairgrounds, dan senjata-senjata itu diambil seperti kacang goreng.

"Kami pada dasarnya telah menjual sekitar 50 persen senjata yang kami miliki," kata juru bicara salah satu vendor mengatakan kepada media lokal tanpa menyebutkan namanya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini