Hoki Parah! Perusahaan Milik Luhut Pandjaitan Kantongi Cuan Besar-Besaran!

Hoki Parah! Perusahaan Milik Luhut Pandjaitan Kantongi Cuan Besar-Besaran! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengantongi laba bersih senilai US$29,51 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2020. Capaian tersebut melonjak hingga 52,43% dari laba bersih tahun lalu yang tercatat sebesar US$19,36 juta.

Padahal, perusahaan milik Menteri Luhut Binsar Pandjaitan ini membukukan pendapatan yang lebih kecil dari tahun ke tahun. Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, pendapatan TOBA turun 22,46% dari US$355,12 juta pada Q3 2019 menjadi US$275,36 juta pada Q3 2020. Baca Juga: No Bokis! Keuntungan Perusahaan Sawit Milik Salim Group Melonjak Drastis Hampir 500%

Penjualan batu bara menyumbang nilai sebesar US$159,08 juta terhadap pendapatan TOBA pada kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai US$229,86 juta. Pendapatan dari penjualan tandan buah segar, inti sawit, dan minyak sawit juga menurun, yakni dari yang sebelumnya US$3,96 juta menjadi US$3,34 juta. Begitu pula dengan pendapatan konstruksi yang terpangkas dari US$116,93 juta menjadi US$112,94 juta.Baca Juga: Mantap Jiwa! Dolar Nelangsa, Rupiah Berjaya di Mana-Mana!

Kendati dari pendapatan menurun, TOBA berhasil menekan pos beban hingga akhirnya keuntungan perusahaan dapat terdongktak signifikan. Per September 2020, beban umum dan administrasi TOBA membaik dari US$19,07 juta menjadi US$16,39 juta. Kemudian, beban penjualan dan pemasaran juga dapat ditekan dari yang sebelumnya US$632,83 ribu menjadi US$407,48 ribu. Begitu pula dengan beban bank yang angkanya membaik dari SU$441,46 ribu menjadi US$331,62 ribu.

Performa laba perusahaan semakin kinclong ketika TOBA berhasil membalikkan rugi selisih kurs US$693,49 ribu pada tahun 2019 menjadi untung US$1,02 juta pada tahun 2020. 

Pada saat yang bersamaan, TOBA tercatat mengantongi pendapatan dividen sebesar US$5,55 juta, di mana tahun sebelumnya tidak tercatat sama sekali. Kemudian, pendapatan lain-lain yang dicapai TOBA mengalami kenaikan signifikan, yakni dari SU$9,22 juta pada tahun lalu menjadi US$29,87 juta pada tahun ini.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini