Amien Rais Disarankan Damai dengan PAN

Amien Rais Disarankan Damai dengan PAN Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Bulan Bintang (PBB) Randy Bagasyudha menyarankan Partai Amanat Nasional (PAN) segera islah dengan Amien Rais sebelum lahir PAN Reformasi. Selain tidak mudah membangun partai, pecahnya PAN akan berdampak kepada kekuatan politik Islam.

"Pada intinya kita menghormati hak politik setiap warga negara yang ingin mendirikan partai politik, begitu pula dengan sahabat-sahabat kami di PAN Reformasi," ujar Randy, belum lama ini.

Baca Juga: Partai Baru Amien Rais Punya Tantangan Besar untuk...

Menurutnya, tidak mudah bagi PAN Reformasi untuk menjadi sebuah partai politik. Banyak yang harus dipenuhi. Pun, ketika berhasil menjadi kontestan Pemilu 2024, umat Islam akan terpecah suaranya dan semakin terpuruk di kancah nasional. Dia pun menyayangkan jika PAN pecah.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah muncul sempalannya yaitu Partai Gelombang Rakyat (Gelora). Bahkan, sempat muncul wacana parpol bertajuk Masyumi Reborn. Mantan aktivis Universitas Indonesia (UI) ini kembali mengingatkan agar para elite parpol berbasis Islam menurunkan ego dan melembutkan hati untuk saling memaafkan.

"Ini demi kepentingan yang jauh lebih besar yaitu persatuan kekuatan politik Islam yang lama dirindukan oleh umat," tegasnya.

Peristiwa ini, menurut Randy, secara global semakin membuat terpuruk partai berbasis Islam di kancah politik nasional. Hitungannya, semakin banyak suara umat yang akan hilang jika pada Pemilu 2024 disuguhkan banyaknya partai Islam.

"Hal ini sangat membahayakan kekuatan politik Islam ke depan. Analisis dan hitungan kita Pemilu 2024 mungkin akan ada 15 persen suara umat Islam yang hangus akibat ambang batas parlemen dan semakin berpecah belahnya kekuatan elite politik umat Islam," analisisnya.

Baca Juga: Elite PAN Minta Amien Jangan Bikin Partai Baru Lagi

Hitungannya, 15 suara umat Islam ini setara dengan 50-70 kursi di DPR/MPR. Jadi, akan ada kursi hangus dan hilang sebanyak 50-70 kursi DPR/MPR periode 2024 jika kekuatan politik umat Islam terus berpecah-belah.

"Nantinya kursi hangus ini akan dikuasai oleh politisi liberal dan sekuler," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini