Konflik Suriah Tak Akan Pengaruhi Turki dalam Kesepakatan Rudal S-400 Rusia

Konflik Suriah Tak Akan Pengaruhi Turki dalam Kesepakatan Rudal S-400 Rusia Kredit Foto: Reuters/Sergei Karpukhin

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan perseteruan diplomatik dengan Rusia terkait perang saudara Suriah tidak akan berdampak atau memengaruhi kesepakatan pembelian dan pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 Moskow.

Komentar Cavusoglu muncul setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Baca Juga: Sergei Lavrov Akui Rencana Penyelesaian Konflik Timteng Milik AS Tak Membantu

Kedua diplomat top itu pada akhir pekan lalu membahas konflik yang sedang berlangsung di Idlib, Suriah.

Moskow mendukung rezim Damaskus dalam perang di Idlib yang mereka klaim untuk memberangus kelompok teroris.

Turki yang mendukung kelompok oposisi menentang operasi militer rezim Suriah di Idlib, bahkan Ankara mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.

"Itu dua masalah yang berbeda," kata Cavusoglu.

“Kami tidak dapat mengubah pendirian utama kami, kebijakan kami, karena satu perselisihan dengan negara ini atau negara itu. Kita seharusnya tidak membiarkan masalah Suriah merusak kerja sama kami dan juga hubungan kami," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (17/2/2020).

Sejak serangan rezim Suriah di Idlib dimulai dan penembakan terhadap konvoi pasukan Turki yang menewaskan tujuh tentara pada awal bulan ini, ketegangan meningkat antara Ankara dan Moskow.

Turki mengatakan rezim Suriah telah melanggar perjanjian deeskalasi yang disepakati pada September 2018, di mana Idlib dimaksudkan sebagai zona aman.

Dalam operasi militer yang sedang berlangsung untuk merebut kembali Idlib sejak April tahun lalu, rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad telah meraih keuntungan yang signifikan, terutama dengan dukungan pasukan darat Rusia dan pasukan Iran.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini